KEDIRI, JP Radar Kediri- Skuad Macan Putih saat ini mungkin tengah gelisah. Bagaimana tidak.
Sebabnya, skema perbaikan lampu di Stadion Brawijaya nampak mengalami perubahan jelang laga home melawan PSM Makassar pada Sabtu (25/10).
Menengok ke Stadion Brawijaya langsung, seluruh lampu halogen terlihat sudah tidak lagi terpasang di tiang-tiang lampu.
Bukan hanya pada dua tiang lampu saja. Melainkan di empat tiang lampu yang ada di Stadion Brawijaya.
Padahal, skema awal yang direncanakan untuk laga kandang melawan PSM Makassar adalah dengan mengganti lampu halogen ke light emitting diode (LED) di dua tiang terlebih dahulu.
Tepatnya di tiang yang berada di barat laut dan tenggara. Sementara, dua tiang lampu yang ada di barat daya dan timur laut tetap dipertahankan. Alias membiarkan lampu halogen masih terpasang.
Namun demikian, Candra Maharanto selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Lingkungan Hidup DLHKP Kota Kediri mengatakan bahwa Persik Kediri masih bisa menggelar laga home melawan PSM Makassar.
Menurutnya, perubahan skema tersebut memang ditujukan untuk mempercepat proses perbaikan lampu stadion. "Untuk percepatan," ujarnya singkat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo mengatakan bahwa laga home melawan PSM Makassar adalah di Stadion Brawijaya.
Dia percaya bahwa pihak vendor akan bekerja secara profesional. "Bisa, mereka profesional sesuai target," katanya dengan yakin.
Namun demikian, pihaknya hingga Selasa (21/10) siang masih belum melakukan penjualan tiket. Dia mengatakan akan segera menginformasikan bila penjualan sudah dibuka.
"Tetap online. Dan kami terus imbau untuk suporter tamu tidak diperkenankan hadir," pesannya.
Seperti diketahui, Pemkot Kediri melalui DLHKP Kota Kediri telah menunjuk vendor untuk perbaikan lampu Stadion Brawijaya.
Pengerjaan tersebut sudah dimulai sejak 25 September lalu. Sesuai rencana, lampu halogen di stadion akan diganti dengan LED dengan kekuatan cahaya minimal 1.200 lux. Perbaikan ini sendiri ditargetkan rampung pada 9 November mendatang.
Editor : Andhika Attar Anindita