KEDIRI, JP Radar Kediri– Manajemen Persik Kediri mendapatkan ‘surat cinta’ lagi dari Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Pasalnya, pada laga melawan Persijap Jepara (27/9), ada Persikmania yang nekat away ke Gelora Bumi Kartini.
Karenanya, manajemen harus membayar denda akibat melanggar regulasi larangan suporter away.
“Yang didenda dua-duanya,” jelas Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persik Kediri Tri Widodo.
Menurutnya, pertandingan yang melanggar regulasi kehadiran suporter tamu memang akan dikenakan sanksi berupa denda.
Setidaknya itu juga yang terjadi pada laga Persik Kediri menjamu Madura United FC pada 16 Agustus lalu.
Kala itu, ada puluhan pendukung Laskar Sape Kerab yang hadir di Gelora Joko Samudro, Gresik.
Karenanya kedua tim harus membayar denda yang nominalnya Rp 25 juta tersebut. “Dari musim lalu seperti itu,” tegas pria berkumis itu.
Untuk diketahui, surat dari Komdis PSSI itu menyebutkan bahwa Persik Kediri tersebut diterima oleh manajemen pada awal Oktober lalu. Surat tersebut tertanggal 1 Oktober 2025.
Dalam putusannya, sanksi denda Rp 25 juta tersebut merujuk pada Pasal 5 ayat 7 dan ayat 11 Regulasi BRI Super League Tahun 2025/2026.
Selanjutnya, putusan itu juga menyebutkan bahwa pengulangan terhadap pelanggaran terkait akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.
Atas pelanggaran tersebut, Persik Kediri tak bisa melakukan banding. Pasalnya, sudah dijelaskan dalam surat bahwa apa yang menjadi kebutusan tidak dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 117 Kode Disiplin PSSI.
Seperti diketahui, larangan suporter mendukung tim idola saat laga away resmi berlanjut hingga musim ini.
PSSI sendiri telah mengumumkan terkait larangan suporter away pada 6 Agustus kemarin. Sementara, pertimbangan dari larangan tersebut adalah insiden pada laga Persib Bandung melawan Persis Solo.
Yakni laga penutup di musim 2024/2025. Kala itu, ada flare yang dinyalakan di dalam stadion. Tak hanya itu, beberapa suporter juga memaksa turun ke lapangan.
Editor : Andhika Attar Anindita