JEPARA, JP Radar Kediri- Skuad Persik Kediri akan menantang Persijap Jepara pada malam ini (27/9).
Bertandang ke Gelora Bumi Kartini, skuad Macan Putih sedikit diuntungkan dengan absennya Carlos Franca.
Top skor Laskar Kalimanyat itu harus menepi karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.
Di lain sisi, bomber Persik asal Spanyol Jose Enrique diyakini bakal kembali diturunkan Head Coach Ong Kim Swee.
Pemain berjuluk El Matador itu diharapkan mampu memberi angin segar bagi Macan Putih. Meski begitu, Enrique dkk tak boleh menganggap remeh tim asuhan Mario Licinio Guerreiro tersebut.
“Mereka mempunyai bagian serangan yang cukup baik. Kami tidak boleh mengambil mudah (menganggap remeh, red),” kata pria asal Malaysia tersebut.
Terlebih, statistik Persijap Jepara tidak bisa dibilang buruk. Dari lima laga, Laskar Kalinyamat berhasil mencatatkan dua kemenangan.
Bahkan salah satu tim yang ditundukkan adalah Persib Bandung. Sang jawara Liga 1 musim lalu.
Ada beberapa pemain yang perlu diwaspadai oleh lini belakang Persik Kediri.
Seperti Sudi Abdallah dan Rosalvo yang akan ditugasi membobol gawang Macan Putih. Dalam laga nanti, Ong menuntuk anak asuhnya bermain disiplin.
Bahkan dia meminta Bayu Otto dkk untuk mewaspadai seluruh pemain lawan. Baik pemain dari lini belakang atau tengah.
“Perlu kekal disiplin dari segala aspek. Pemain-pemain Jepara merupakan pemain yang berpengalaman dan memiliki kualitas baik,” tegasnya.
Di lain sisi, Persik Kediri sejauh ini belum mampu menampilkan performa yang konsisten. Dari enam laga, skuad Macan Putih baru bisa meraih dua kemenangan.
Sementara tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Lalu sisanya berakhir seri. Praktis, jumlah poin yang dimiliki saat ini hanya tujuh.
Dan koleksi tujuh poin ini, Persik Kediri saat ini menempati peringkat sebelas di papan klasemen sementara. Masih di bawah Persijap Jepara.
Karenanya, skuad Macan Putih harus bisa memenangkan laga yang berlangsung di Gelora Bumi Kartini, Jepara pada Sabtu (27/9). Setidaknya, hasil positif bisa membuat Bayu Otto dkk jauh dari zona degradasi.
Editor : Andhika Attar Anindita