KEDIRI, JP Radar Kediri- Laga Persik Kediri kontra Malut United FC terbilang kondusif. Tidak ada suporter tamu yang datang ke Stadion Brawijaya.
Praktis, panpel terbebas dari bayang-bayang sanksi. Hal serupa diharapkan juga bakal terulang saat menjamu Persis Solo.
“Kami sudah antisipasi dengan berkoordinasi dengan pihak manajemen dan suporter Persis,” ujar Ketua Panpel Pertandingan Persik Kediri Tri Widodo.
Terlebih, laga kontra Laskar Sambernyawa tersebut digadang-gadang akan kembali digelar di Stadion Brawijaya.
Widodo mengaku pihaknya tidak ingin terkena sanksi komisi disiplin (komdis) lagi. Seperti saat Persik Kediri menjamu Madura United FC di Gelora Joko Samudro, Gresik.
Kala itu, ada beberapa suporter Madura United FC yang turut menyaksikan langsung ke stadion.
Sejatinya, mereka tidak mengenakan atribut tim yang dibela. Namun, pengawas pertandingan menyadarinya karena mereka menyanyikan lagu dukungan untuk Laskar Sapeh Kerrab.
Pria berkumis itu mengaku kecolongan. Karenanya, pihaknya harus membayar sanksi berupa denda sebesar Rp 25 juta.
“Kalau terulang lagi (ada suporter tamu, Red) sanksinya akan besar. Bisa tanpa penonton,” tegasnya.
Sesuai jadwal BRI Super League, Persik Kediri bakal melakoni laga kandang selanjutnya pada Jumat (3/10) melawan Persis Solo.
Berkaca dari musim lalu, banyak suporter Laskar Sambernyawa tampak hadir langsung di Stadion Brawijaya untuk memberikan dukungannya.
Padahal, regulasi larangan suporter tim tamu masih berlaku kala itu. Karenanya, hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri pihak panpel.
“Regulasi masih melarang suporter tamu hadir. Itu yang mejadi PR (pekerjaan rumah, Red) kami (pada laga kontra Persis Solo, Red),” kata Widodo.
Dia menekankan bahwa larangan suporter tamu saat ini belum dicabut. Karenanya, dia mewanti-wanti agar suporter Laskar Samber Nyawa tidak hadir dalam laga melawan Persik Kediri pada 3 Oktober mendatang. “Sebetulnya ya nggak enak. Tetapi kita harus patuhi,” pesannya.
Editor : Andhika Attar Anindita