KEDIRI, JP Radar Kediri- Rifqi Ray menjadi salah satu pemain muda andalan di Persik Kediri. Musim lalu, dia turun di 19 pertandingan dengan catatan bermain 794'.
Artinya, dia bermain sekitar 41 menit di setiap laganya. Tak kalah penting, dia berhasil menyumbangkan satu assist dan satu gol musim lalu.
Menariknya, pemain berusia 21 tahun ini memiliki profesi baru. Tidak lain adalah sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kini, dia pun berpangkat sersan dua (serda) dan bertugas di Pusat Polisi Militer TNI. Kala itu, Panglima TNI berkunjung saat Rifqi mengikuti training center Timnas.
“Siapa yang ingin menjadi tentara disuruh data terus saya ikut dan alhamdulillah sekarang saya punya dua profesi,” ceritanya.
Kendati demikian, pemain yang biasa disapa Rifqi ini harus tetap menjalani seleksi. Ada serangkaian tes seperti wawancara hingga pantukhir.
Beruntungnya, pemuda yang besar di Solo, Jawa Tengah itu pun lolos. Uniknya, Rifqi mengaku tidak pernah bercita-cita akan menjadi seorang tentara.
Namun, seiring berjalannya waktu, dirinya berpikir bahwa dia tidak bisa terus menggantungkan hidupnya di dunia sepak bola.
“Sepak bola kan nggak bisa dijadiin kayak mata pencaharian, ya bisa, tapi kan saya juga berpikir kalau nanti kayak ada musibah kayak besok cedera, kan masih ada kayak satu lagi (sumber penghasilan, Red),” bebernya.
Apa yang menjadi pertimbangan Rifqi pun terbilang realistis. Pasalnya, cedera memang menjadi salah satu risiko bila menjadi pemain sepak bola.
Lalu, persaingan tim pun makin ketat saat ini. Sehingga, bila tidak bisa menjaga performa maka kesempatan untuk merumput pun akan semakin kecil. Meski begitu, menjalani dua profesi juga tidak bisa dibilang mudah.
“Yang pasti sekarang harus menjaga kehormatan diri di muka umum. Tidak bisa sembarangan lagi kalau mau ngapa-ngapain, harus berpikir dua kali. Terus nggak boleh kayak asal-asalan,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita