Bagi Yandi, kekeluargaan sesama pemain di Persik Kediri sangat erat. Kebersamaan itu menjadi modal penting bagi pemain. Karena setiap klub pasti akan mengandalkan kerja tim saat di lapangan. Semangat kekeluargaan itu membuatnya cepat beradaptasi dengan tim.
“Minggu pertama sudah kerasan. Teman lama termasuk pemain asli Kediri menerima kami pemain baru dengan tangan terbuka dan semuanya cair," kenangnya.
Sebagai salah satu pemain lawas, Yandi mengaku masih terus belajar dan mengasah skillnya. Dia menilai, persaingan di dalam skuad terbilang ketat. Baginya persaingan itu positif bagi para pemain agar lebih termotivasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Semoga bisa memberi kontribusi positif untuk Persik," akunya.
Untuk diketahui, Yandi merupakan salah satu pemain berpengalaman di sepak bola Tanah Air. Adik kandung dari Zainal Arief itu telah melanglang buana di klub-klub Liga 1. Mulai dari Malut United, Persija Jakarta, Bali United, hingga Persib Bandung.
Hanya saja, pemain asal Garut ini mulai mendapatkan menit bermain yang padat saat musim lalu. Ketika itu dia membela Malut United. Berdasarkan catatan dari Transfermarkt, Yandi hanya turun di 13 laga. Total menit bermain 253'. Artinya, dia hanya bermain sekitar 19 menit di setiap pertandingan.
"Dari manajemen (Persik, Red) meyakinkan saya untuk bisa bangkit lagi," tandasnya saat ditanyai mengenai salah satu alasannya bergabung dengan Persik Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian