KEDIRI, JP Radar Kediri- Stadion Brawijaya kembali dipercaya menggelar laga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia.
Hal ini dinilai sebagai peluang yang harus dimaksimalkan. Pasalnya, akan banyak dampak positif dirasakan masyarakat.
Salah satunya perputaran ekonomi di sekitar stadion. Mulai dari penjualan pernak-pernik Macan Putih, UMKM, hingga pengelolaan parkir menjadi ladang cuan.
“Persik sudah menjadi ikon Kediri. Harapan kita Persik tetap ada di Kota Kediri,” tutur Sekretaris Komisi C DPRD Kota Kediri Katino.
Menurutnya, Persik dapat menjadi magnet tersendiri. Sehingga potensi penambahan pendapatan untuk Kota Tahu juga terbuka luas.
Oleh karena itu, dia mendukung upaya Pemkot Kediri merenovasi Stadion Brawijaya. Pasalnya, dengan begitu Macan Putih tak akan menjadi tim musafir.
Katino berharap, Persik dapat menjadi kebanggaan Kota Kediri. Hal ini tentu harus didukung. “Miris juga kalau jadi tim musafir. Tetapi mereka (Persik, red) juga harus berkontribusi banyak untuk Kota Kediri,” tegas politisi Gerindra tersebut.
Tidak hanya dari sewa stadion. Persik juga diharapkan dapat lebih meningkatkan akademi usia muda. Sehingga banyak talenta muda Kota Tahu dapat terwadahi bakal sepak bolanya.
Komitmen Persik untuk membangun ekosistem sepak bola di Kota Kediri juga harus lebih ditingkatkan.
Oleh karena itu, Katino meminta Persik untuk memaksimalkan pembinaan usia muda. Mulai dari anak-anak hingga remaja.
Terbukti, banyak pemain asal Kediri yang menghiasi persepakbolaan di kancah nasional. Mulai dari kasta tertinggi hingga paling rendah.
Nama-nama seperti Faris Aditama, Yusuf Meilana, M. Khanafi, Bayu Otto, Vava Mario, dan Adi Eko Jayanto terbukti masih setia membela Macan Putih.
Belum lagi dengan jebolan Persik Kediri yang merantau di klub lain. Seperti Edo Febriansah dan Septian Bagaskara.
"Imbal baliknya ini tidak hanya melulu soal uang atau pendapatan. Transfer ilmu (pembinaan usia muda, red) ini kan juga sangat penting," tandas Katino.
Sementara itu, I-League telah merilis jadwal BRI Super League 2025/2026. Lengkap dengan waktu dan venue pertandingannya.
Kabar baiknya, laga kandang Persik Kediri ditulis akan tetap tercatat di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.
Sekaligus menjadi jawaban bagi masyarakat yang masih mempertanyakan markas skuad Macan Putih musim ini.
“Kami daftarkan (Stadion Brawijaya, red) dan di jadwal yang sudah tersebar dimanapun, kami bermain di Stadion Brawijaya,” kata Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan.
Pria asal Bandung itu menekankan bahwa manajemen terus mengupayakan agar skuad Macan Putih tetap berkandang di Stadion Brawijaya.
Karenanya, pihaknya terus berkoordinasi intens dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dalam hal perbaikan stadion.
Pun dengan operator liga selaku pihak yang memverifikasi kelayakan stadion untuk gelaran pertandingan. (*)
Editor : Andhika Attar Anindita