Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tegas! Legenda Persik dan Persedikab Kediri Soroti Regulasi Legiun Asing di BRI Super League

Emilia Susanti • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:05 WIB
Telmo Castanheira berlatih bersama tim Persik Kediri.
Telmo Castanheira berlatih bersama tim Persik Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Beberapa regulasi BRI Super League menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya tentang aturan penambahan kuota legiun asing.

Sebelumnya berjumlah delapan. Kini menjadi sebelas pemain asing. Kebijakan tersebut dinilai kurang pas oleh legenda Persik dan Persedikab Kediri.

Harianto, Il Capitano Persik Kediri era 2000-an itu mengaku tidak mendukung regulasi pemain asing tersebut.

Pasalnya, semakin banyak legiun asing akan merugikan pemain lokal. Sedikit-banyak akan mengurangi kesempatan mendapat menit bermain.

“Saya melihat dari sisi efektivitas maupun kesempatan untuk pemain-pemain lokal saya sangat tidak setuju (regulasi 11 pemain asing, red),” tegas Harianto.

Mursalim, mantan striker Persedikab Kediri saat berlaga di Divisi Utama juga memiliki pandangan yang sama.

Menurutnya, bertambahnya kuota legiun asing membuat persaingan di tim makin berat. Khususnya terhadap pemain lokal.

“Pemain asing itu bagus untuk meningkatkan motivasi pemain lokal. Tetapi kalau terlalu banyak kapan (pemain lokal, red) dapat jam bermain,” kritik sang legenda yang kini aktif dalam pembinaan sepak bola usia dini ini.

Menariknya, Persik Kediri memiliki sudut pandang lain dalam perubahan regulasi kuota pemain asing ini.

Beberapa waktu lalu, Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan mengatakan bahwa regulasi ini merupakan hal positif.

Terutama bagi klub Indonesia yang berlaga di kompetisi sepak bola Asia. Pasalnya, penambahan kuota tersebut dapat meningkatkan kualitas tim.

“Ini kan lebih mengikuti kompetisi AFC ya. Kami menilai ini sebagai langkah yang cukup baik dari operator karena kita kan harus melakukan persaingan juga di Asia,” katanya.

Untuk diketahui, total pemain asing yang boleh direkrut memang sebelas pemain. Namun, hanya delapan pemain asing yang boleh dimainkan di lapangan.

Jumlah ini meningkat dibandingkan musim lalu yang hanya membolehkan enam pemain asing saja.

Namun, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyurati pihak I League terkait kebijakan ini.

Menurutnya, delapan pemain dalam satu pertandingan dinilai terlalu banyak. Melansir dari Jawa Pos, PSSI akan akan segera melakukan pertemuan untuk membahas regulasi tersebut.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #BRI Super League #persik #pemain asing #persedikab