KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri mengakhiri kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 dengan kurang memuaskan.
Dibanding musim sebelumnnya, Macan Putih turun dua tingkat. Praktis, hal ini membuat Owner Persik Kediri Arthur Daniel Irawan tak puas.
Arthur menilai ada beberapa hal yang terjadi sehingga performa Persik Kediri menurun. Khususnya pada putaran kedua kompetisi.
Menurutnya, adanya pemain yang cedera memiliki dampak tersendiri untuk tim. Ditambah lagi, dewi fortuna tak berpihak ke Persik Kediri.
“Yang pasti musim ini (2024/2025, red) tidak sesuai ekspektasi,” ujar pria yang menggantungkan sepatu di Persik Kediri ini.
Faktanya, skuad Macan Putih menemui jalan berliku saat menjalani putaran kedua. Dari 17 laga yang dijalani, Persik Kediri hanya mencatatkan dua kemenangan. Saat melawan Bali United FC dan Arema FC.
Sementara, tujuh pertandingan berakhir dengan kekalahan dan delapan laga lainnya berujung hasil seri.
Karenanya, catatan ini cukup menohok manajemen Persik Kediri. Evaluasi mendalam pun wajib dilakukan.
“Harapan musim depan di klasemen lebih baik dari musim ini (2024/2025, red),” tutur mantan kapten Persik Kediri itu.
Untuk diketahui, Persik Kediri menargetkan peringkat di atas posisi sembilan pada musim 2024/2025.
Hanya saja, fakta di lapangan berkata lain. Skuad Macan Putih hanya mampu menduduki posisi dua belas di klasemen akhir.
Mulanya, para pemain Persik Kediri sudah menjalani kompetisi di putaran pertama dengan baik.
Sebelum putaran kedua berlangsung, posisi terakhir skuad Macan Putih adalah di peringkat enam.
Bahkan mampu meduduki peringkat empat pada laga kontra Bali United FC di pertandingan pertama putaran kedua.
Nahasnya, hasil positif itu hanya bertahan sementara. Selanjutnya, performa terus menurun hingga akhirnya bermuara pada peringkat dua belas.
Editor : Andhika Attar Anindita