KEDIRI, JP Radar Kediri– Perbaikan Stadion Brawijaya bakal memakan dana tak sedikit. Pemkot Kediri berencana menganggarkan dana miliaran rupiah.
Hanya saja, itu semua tak lantas membuat skuad Persik Kediri bisa berkandang di sana musim depan.
“Anggarannya nanti sekitar Rp 7 miliar,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin.
Meski diperbaiki, ada kemungkinan stadion ini tetap tidak memenuhi syarat PT Liga Indonesia Baru (LIB). Apalagi, proses perbaikan yang direncanakan ini belum dimulai.
“Kami berlomba dengan waktu ya. Kami koordinasi dengan tenaga ahli, rata-rata untuk pengerjaan lampu antara dua sampai tiga bulan,” jelasnya.
Dia menekankan bahwa estimasi waktu tersebut untuk pengerjaan saja. Sebelum ke tahap pengerjaan, dia harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak atau dinas terkait.
Utamanya dalam pengadaan lampu serta penunjukan tenaga ahli. “Kemungkinan kami akan mulai bergerak di minggu depan.
Bergerak itu, koordinasi, rapat koordinasi, kami undang tenaga ahli, inspektorat, dan pihak terkait lainnya agar pengadaan berjalan lancar,” ungkap Imam.
Dia menjelaskan kembali bahwa perbaikan yang dilakukan oleh pihaknya adalah penggantian lampu.
Yang semula halogen, diganti dengan Light Emitting Diode (LED). Selain itu, pihaknya juga melakukan pengadaan genset berkekuatan 500 kiloVolt Ampere (kVA).
Mengenai lampu, pihaknya menargetkan pencahayaan di lapangan bisa mencapai 1.200 lux. Padahal, syarat dari PT LIB adalah 1.500 lux.
Untuk mengupayakan target itu, menurutnya cukup berat. Mengingat anggaran yang diberikan juga terbatas.
“Ketika nanti misalnya dari pihak liga pada saat verifikasi belum lolos. Kami harapkan Persik bisa menambah kekurangan tersebut,” harapnya.
Terlepas dari itu, Imam memastikan bahwa perbaikan Stadion Brawijaya itu akan tetap dilakukan.
Hanya saja, ada berbagai proses yang harus dilakukan sebelum memulai pengerjaan.
Seperti diberitakan, Persik Kediri terancam menjadi tim musafir di musim depan.
Faktor utamanya karena persoalan pencahayaan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri. Dalam regulasi yang berlaku, stadion yang digunakan untuk pertandingan Liga 1 wajib memiliki pencahayaan minimal 1.500 lux.
Sedangkan, kekuatan pencahayaan lampu di Stadion Brawijaya tidak mencapai batas minimal tersebut.
Editor : Andhika Attar Anindita