Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Persik Kediri Terancam Jadi Tim Musafir di Liga 1 Indonesia Musim Depan, Ini Alasannya

Emilia Susanti • Rabu, 28 Mei 2025 | 05:35 WIB
MONCER: Striker Persik Kediri Ramiro Fergonzi berhasil mengakhiri puasa gol usai mencetak brace saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kota Kediri Senin (5/5).
MONCER: Striker Persik Kediri Ramiro Fergonzi berhasil mengakhiri puasa gol usai mencetak brace saat melawan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Kota Kediri Senin (5/5).

KEDIRI, JP Radar Kediri – Stadion Brawijaya identik dengan Persik Kediri. Stadion ini sudah lama menjadi homebase Macan Putih.

Sayang, minimnya perbaikan stadion membuat Ady Eko dkk terancam menjadi tim musafir di musim depan.

“Kalau lampunya (di Stadion Brawijaya, red) nggak di upgrade menjadi 1.500 lux, sudah pasti tidak di sini (Stadion Brawijaya, red),” kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tri Widodo.

Pria berkumis itu menjelaskan bahwa PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki regulasi tersendiri mengenai pencahayaan stadion.

Adalah minimal 1.500 lux. Sementara, di Stadion Brawijaya tak mencapai angka tersebut. Di sisi lain, insiden lampu padam akan menjadi catatan tersendiri oleh operator.

“Di Jawa Timur hanya ada enam stadion,” lanjut pria yang akrab disapa Widodo itu. Kemudian, dia pun menyebut stadion-stadion yang memiliki pencahayaan sesuai dengan regulasi PT LIB.

Adalah Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Gelora Delta Sidoarjo (GDS), Gelora Madura Ratu Pamelingan, Stadion Surajaya Lamongan, Gelora Joko Samudro (GJS) Gresik, dan Stadion Kanjuruhan Malang.

“Musim depan home-nya nanti akan kami bicarakan dengan manajemen. Ke Sidoarjo kah, ke Gresik, atau ke Lamongan,” tandas Widodo.

Terpisah, Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan mengatakan bahwa skuad Macan Putih masih ingin berkandang di Stadion Brawijaya.

Menurutnya, menjalani kompetisi Liga 1 Indonesia sebagai tim musafir bukanlah hal yang mudah bagi skuad Macan Putih.

“Rasanya cukup berat. Ada waktu beberapa bulan ini untuk Stadion Brawijaya bisa diperbaiki. Minimal apa yang menjadi catatan dari pihak operator itu bisa diperbaiki,” harapnya.

Seperti diberitakan, Persik Kediri sempat dilarang menggunakan Stadion Brawijaya sebagai gelaran pertandingan.

Kala itu, skuad Macan Putih terpaksa menjamu PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Supriadi, Kota Blitar.

Penyebabnya adalah insiden lampu padam yang terjadi di Stadion Brawijaya. Tepatnya saat laga Macan Putih melawan Persis Solo (14/2) dan Dewa United FC (1/3).

Tak hanya itu, lapangan di Stadion Brawijaya sempat tergenang saat hujan deras mengguyur Kota Tahu.

Akibatnya, pertandingan Persik melawan PSS Sleman (19/1) kala itu berjalan tidak maksimal. Lantaran aliran bola yang tidak sempurna.

Terlepas dari itu, regulasi terkait pencahayaan minimal 1.500 lux sudah diatur pada kompetisi musim 2024/2025. Tepatnya pada pasal 16.

Editor : Andhika Attar Anindita
#persik kediri #musafir #liga 1 indonesia