KEDIRI, JP Radar Kediri – Insiden pelemparan batu yang menimpa Persik Kediri sangat tidak dibenarkan.
Apalagi terjadi pada pertandingan pertama di Stadion Kanjuruhan usai Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu. Entah siapa yang berulah harus diusut tuntas. Hingga pelakunya tertangkap.
Manajer Tim Persik Kediri Mochamad Syahid Nur Ichsan mengatakan telah menyerahkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.
Dalam hal ini adalah kepolisian. Menurutnya, orang yang sudah melakukan tindakan tidak terpuji tersebut harus diadili.
“Terkait oknum kami harapkan polisi bisa segera menangkap dan mengungkap aksi tersebut,” tegas pria yang akrab disapa Syahid ini.
Dia menekankan bahwa pihaknya sangat menyayangkan atas apa yang terjadi. Menurutnya, manajemen Arema FC dan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan sudah berupaya maksimal agar situasi kembali normal.
Tentu saja, situasi Arema FC sejak Tragedi Kanjuruhan juga pasti sulit. Dan Syahid meyakini bahwa Arema FC juga tidak menginginkan adanya insiden pada Minggu (11/5) malam.
“Intinya teman-teman juga minta maaf dari panpel, Aremania, dari manajemen Arema FC ya kami juga menerima. Saya legowo,” aku Syahid.
Mengenai kerugian, Syahid menekankan bahwa tidak ada kerugian materil yang dialami oleh Persik Kediri. Sebab, kaca bus yang mendapat lemparan batu tersebut disediakan oleh pihak Arema FC.
Sementara bus yang ditumpangi tim Macan Putih dalam keadaan baik-baik saja. Dalam perjalanan pulang ke Kota Tahu, bus yang ditumpangi Persik Kediri mendapat pengawalan ketat dari kepolisan.
Terlepas dari itu, informasi sumber koran ini mengungkapkan bahwa penjagaan kepolisian di luar stadion terbilang minim.
Saat terjadi insiden pelemparan batu, pengawalan dari pihak kepolisian hanya ada di depan bus. Sedang di kanan-kiri bus tanpa penjagaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita