KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri optimistis menatap derby Jatim melawan Arema FC meski dibayangi tren tanpa kemenangan.
Skuad Macan Putih akan menantang Singo Edan dalam kondisi prima. Semua pemain inti siap bertarung pada Minggu sore (11/5).
Dokter Tim Persik Kediri M. Wildan Jauhar Alafi mengatakan mayoritas pemain Macan Putih dalam kondisi bugar.
Artinya mereka siap diturunkan kontra Singo Edan di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Hanya saja, tim medis tetap memantau ketat kondisi pemain. Mengingat cuaca akhir-akhir ini yang kerap hujan.
“Makanannya harus dijaga. Biasanya kalau musim hujan, makan makanan yang berlemak juga nggak masalah.
Terus harus minum vitamin juga. Menjaga imunitas yang utama,” kata pria yang akrab disapa Wildan tersebut.
Selanjutnya, latihan juga harus dilakukan secara hati-hati. Sebab lapangan yang basah karena hujan bisa meningkatkan risiko cedera.
Namun demikian, saat ini mayoritas pemain dalam kondisi baik. “Hanya Agil sama Kapoh (yang dalam pantauan, red),” lanjutnya.
Wildan mengatakan bahwa kondisi fisik Agil Munawar belum prima. Masih harus melakukan penyesuaian lagi.
Agar kondisi fisik sama dengan para pemain lainnya. “Bukan masalah pada cederanya. Faktor kebugarannya aja,” tekan Wildan.
Sementara itu, Geril Kapoh mendapatkan cedera ankle pada kakinya. “Cederanya waktu latihan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Head Coach Persik Kediri Divaldo Alves mengatakan pertandingan ini bakal terasa lebih istimewa.
Menurutnya, renovasi terhadap Stadion Kanjuruhan merupakan hal positif. Terutama untuk sepak bola Indonesia.
Pasalnya, keamanan dan kenyamanan suporter semakin lebih baik. “Stadion Kanjuruhan sudah bisa buka lagi, positif sekali,” tutur Divaldo.
Menurutnya, pertandingan Persik Kediri melawan Arema FC tak akan kalah menarik dari pertandingan terakhir.
Yakni saat melawan Persebaya Surabaya (5/5). Meski sadar akan ada banyak suporter Arema FC, Divaldo menekankan bahwa motivasi Macan Putih meraih tiga poin tidak pernah surut.
“Kami datang dengan mental kemenangan. Kami mau cari tiga poin,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Untuk diketahui, ada ratusan orang tewas dalam tragedi Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.
Imbas dari tragedi, pertandingan Liga 1 tidak boleh dihadiri oleh suporter tamu. Dan larangan tersebut berlangsung hingga kompetisi musim ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita