KEDIRI, JP Radar Kediri – Laga derby Jatim antara Persik Kediri kontra Persebaya Surabaya sudah di depan mata. Segala persiapan terus dikebut.
Tak hanya memperbaiki kualitas lapangan Stadion Brawijaya. Pihak Macan Putih juga berupaya keras memastikan keamanan big match ini. Baik di luar maupun di dalam stadion.
Panitia Pelaksana (Panpel) tegas melarang kehadiran suporter Persebaya Surabaya atau yang dikenal dengan Bonek.
Salah satu caranya dengan membatasi penjualan tiket pertandingan tersebut. Manajemen memutuskan untuk menjual tiket secara offline. Bukannya online seperti laga home yang sudah berlalu.
“Nah untuk mengantisipasi, karena Surabaya dan Kediri itu dekat. Jadi kami menjual tiket melalui komunitas Persikmania untuk mencegah borongan di online.,” ujar Ketua Panpel Pertandingan Tri Widodo.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi. Meskipun pada praktiknya suporter lawan biasanya tetap datang mendukung tim idolanya.
Namun, setidaknya dengan sistem penjualan secara offline tersebut dapat meminimalisir hal tersebut.
“Khawatirnya kalau kami buka online, itu akan diborong oleh suporter lawan,” jelas pria dengan kumis tebal khasnya tersebut.
Ada sebanyak enam ribu tiket yang disediakan oleh panpel untuk laga klasik ini. Itu sesuai regulasi bahwa harus 60 persen dari kapasitas stadion.
Untuk harganya sendiri tidak mengalami perubahan. Yakni Rp 65 ribu untuk ekonomi, Rp 110 ribu untuk utama, dan Rp 125 ribu untuk very important person (VIP).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita