Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini yang Menjadi Prioritas Wali Kota Kediri Vinanda setelah Melakukan Sidak di Stadion Brawijaya

Ayu Ismawati • Rabu, 5 Maret 2025 | 16:56 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (kanan) mengecek kondisi drainase Stadion Brawijaya sembari melihat video genangan yang ditunjukkan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Yono Heriyadi dan sejumlah pejabat
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (kanan) mengecek kondisi drainase Stadion Brawijaya sembari melihat video genangan yang ditunjukkan oleh Plt Kepala Dinas PUPR Yono Heriyadi dan sejumlah pejabat

KEDIRI, JP Radar Kediri- Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati merespons keluhan para suporter Persik tentang kerusakan Stadion Brawijaya. Kemarin, pemimpin muda Kota Kediri itu mengecek kondisi stadion yang sudah dua kali mati lampu saat menjamu tim lawan tersebut. Hasilnya, perbaikan drainase dan lampu akan diprioritaskan.

Pantauan koran ini, Vinanda begitu masuk ke stadion Vinanda langsung mengecek beberapa sarana dan prasarana (sarpras) di sana.

Termasuk mengecek kondisi drainase yang selama ini jadi biang genangan di lapangan saat turun hujan.

Dalam kunjungan kemarin, Vinanda juga berbincang dengan perwakilan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mencari solusi masalah listrik yang sering trouble.

“Harapannya persoalan ini juga bisa segera terselesaikan dan pemain juga bisa bermain dengan nyaman,” kata Vinanda.

Sulung dari empat bersaudara yang menjabat Wali Kota Kediri sejak 20 Februari lalu itu menyebut, masalah kelistrikan dan drainase memang jadi prioritasnya.

Karenanya, usai pengecekan kemarin, dua kerusakan itu langsung ditindaklanjuti perbaikan.

“Kami upayakan (perbaikan, Red). Ini kami sedang bekerja,” tandasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heriyadi menambahkan, urgensi perbaikan memang pada kerusakan lampu stadion dan sistem drainasenya. Hanya saja, diakuinya perbaikan lampu di sana juga harus mempertimbangkan anggaran.

“Nanti akan kami komunikasikan dan intinya harus ada keputusan segera untuk penganggaran pengadaan lampunya,” paparnya sembari menyebut harga lampu tidak murah. Untuk satu lampu saja bisa seharga Rp 25 juta.

Karenanya, jika ada 96 titik lampu, berarti dibutuhkan dana sekitar Rp 2,4 miliar.

“Bukan nilai yang kecil tapi nanti akan kami anggarkan dan kami proses pengadaannya,” terang pria yang secara definitif menjabat kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Kediri itu.

Baca Juga: Wali Kota Vinanda Sidak Stadion Brawijaya, Minta OPD Inventarisasi Kerusakan di Kandang Persik Kediri 

Tak hanya pembelian lampu, menurut Yono sistem elektrikal juga harus dievaluasi. Jika dua masalah itu teratasi, menurutnya problem mati lampu bisa terselesaikan.

“Kalau nggak kita identifikasi kebutuhan dari semua aspek, nanti sifatnya malah tempel-menempel. Sehingga nanti pemkot punya solusi yang komprehensif,” tegasnya.

Bagaimana dengan kerusakan drainase? Yono menyebut genangan yang muncul di lapangan saat turun hujan itu karena sistem drainase stadion yang masih konvensional.

Karenanya, Pemkot Kediri berupaya memperluas cakupan drainase stadion untuk mengurai problem genangan.

“Kemarin (03/3) sudah kami bersihkan (drainase, Red). Juga menambah jaringan untuk keluar ke drainase kota. Tetapi apakah itu nanti maksimal, kami evaluasi lagi,” jelasnya dikonfirmasi saat mendampingi Wali Kota Vinanda kemarin sembari menegaskan pemkot siap merevitalisasi dengan mengindentifikasi kerusakan dan kebutuhan agar langkah yang diambil tepat.

Terpisah, Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri Tri Widodo menyambut positif rencana revitalisasi Stadion Brawijaya.

Menurutnya, panpel sudah berkali-kali mengajukan perbaikan stadion. Karenanya, kunjungan Vinanda kemarin memang sudah ditunggu-tunggu.

“Kami sangat terima kasih Bu Wali Kota yang sudah merespons dengan cepat apa yang kita keluhkan. Langsung cek lapangan dan akan memenuhi kebutuhan yang harus kita penuhi,” tandasnya.

Bagi Widodo, perbaikan lampu memang mendesak. Apalagi, sebelumnya ada dua kali insiden mati lampu di tengah laga pertandingan yang viral.

“Lampu itu urgent sekali. Meskipun nyala penuh, tapi lux-nya nggak sampai tembus 900. Hanya 825 lumen. Dan itu hanya (standar) untuk latihan atau training. Untuk kompetisi minimal 1.000 lumen,” bebernya sembari menyebut, kondisi itu juga dia sampaikan kepada wali kota dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti.

Sayangnya, per Selasa kemarin (4/3), pihaknya mendapat instruksi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mencari homebase baru yang sesuai standar pertandingan Liga 1. Dengan begitu, Persik Kediri diproyeksikan tidak bisa menggunakan Stadion Brawijaya.

“Kalaupun ini (fasilitas stadion di Kediri, Red) nanti belum terpenuhi, ya kami musafir sampai menunggu perbaikan di Stadion Gelora Dhaha Jayati maupun di Stadion Brawijaya,” tegasnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sarpras #wali kota kediri #jawapos #sidak stadion #Vinanda Prameswati #stadion brawijaya