KEDIRI, JP Radar Kediri – Olahraga apapun berpotensi membuat seseorang cedera. Kondisi ini bisa menjadi masalah serius bagi seorang atlet. Pasalnya, cedera yang dialami tak jarang mengharuskan atlet menepi.
Tidak hanya istirahat dari latihan. Terkadang cedera terpaksa membuat atlet libur dari kompetisi. Namun demikian, cedera yang dialami tidak selalu memutus karir seorang atlet.
Dengan catatan, harus ditangani dengan tepat. Maka cedera akan sembuh. Apalagi, tak semua cedera tergolong berat.
Ada beberapa cedera yang dikategorikan ringan. Yang mana, pemulihannya tidak sampai memakan waktu yang lama.
Alfian Yoga Wiratna, Fisioterapi Persik Kediri menjelaskan ada cedera ringan yang kerap didapatkan atlet.
Paling sering, cedera itu terjadi pada bagian kaki. Utamanya pada pergelangan kaki. “Kebanyakan engkel kalau atlet,” jelasnya.
Situasi ini bisa terjadi ketika atlet tidak melakukan pemanasan yang cukup. Bisa juga karena pergerakan kaki dengan teknik yang salah.
Faktor lainnya bisa datang dari kondisi lapangan yang buruk. Contoh kasusnya yakni saat Leonardo Navacchio mendapat cedera engkel kala bermain di Stadion Batakan, Balikpapan.
Menariknya, cedera umum yang dialami atlet bisa berbeda-beda. Bergantung cabang olahraga (cabor) yang digeluti.
Dalam sepak bola, Alfian menerangkan hamstring juga menjadi salah satu cedera yang kerap dialami pemain.
Cedera ini terjadi pada bagian belakang. Penyebabnya karena adanya peregangan otot yang melebihi kapasitas konstraksi otot. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika melakukan gerakan eksplosif dan secara tiba-tiba.
Jika hamstring menjadi cedera paling umum di sepak bola, maka illiotibial band syndrome (ITBS) menjadi momok pelari. ITBS terjadi pada bagian lutut.
Menyebabkan rasa nyeri pada sisi luar lutut yang cenderung mendekati paha. Kondisi ini terjadi karena penegangan otot. Akibat kurangnya melakukan pemanasan atau pelemasan.
Lebih lanjut, cedera yang kerap dialami atlet ini juga ada klasifikasinya sendiri. Di tingkat paling rendah atau ringan, cedera yang dialami bisa sembuh dalam hitungan hari.
Lalu di tingkat sedang, penyembuhannya memerlukan waku beberapa minggu. Salah satunya adalah kondisi yang dialami Leonardo Navacchio.
Terakhir, di tingkat paling tinggi atau berat. Penyembuhan cederanya bisa melalui proses operasi terlebih dahulu.
Seperti kasus yang dialami oleh Agil Munawar. Dia membutuhkan waktu pemulihan selama kurang lebih enam bulan atas cedera meniscus yang dialaminya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita