Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Laga Persik di Stadion Brawijaya Kota Kediri Kurang Diminati Penonton, Ini Salah Satu Penyebabnya

Emilia Susanti • Selasa, 18 Februari 2025 | 19:15 WIB
Majed Osman, Dede Sapari, dan Ousmane Fane merayakan gol ke gawang Persis Solo. Sayang gol itu akhirnya dianulir wasit.
Majed Osman, Dede Sapari, dan Ousmane Fane merayakan gol ke gawang Persis Solo. Sayang gol itu akhirnya dianulir wasit.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ada banyak tantangan yang dihadapi Persik Kediri saat ini. Bukan soal kondisi stadion saja. Tetapi juga sepinya penonton di tribun.

Ini harus dilihat sebagai alarm bahaya. Tidak ada cara lagi selain tampil apik. Terutama, menang di laga kandang. Itu sudah menjadi harga mati.

Performa positif Macan Putih tentu akan menjadi daya tarik Persikmania. Dengan menampilkan suguhan berkualitas, penonton akan tergerak nribun langsung.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Hendry Ego, mantan Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik Kediri (FKSP).

Dia berpendapat bahwa euforia menonton di stadion harus dibangkitkan lagi. Kemenangan di laga kandang jadi syarat utamanya. Selanjutnya, skuad Macan Putih harus berisi pemain-pemain berkualitas.

“Bagaimana kita bisa mendatangkan pemain-pemain berkualitas ke depan untuk menarik penonton,” tegas pria yang akrab disapa Ego tersebut.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) pernah mencatat jumlah penonton di Stadion Brawiaja hanya sebanyak 455 orang.

Alias hanya 4 persen dari kapasitas stadion di jantung Kota Tahu. Itu terjadi pada laga Madura United FC.

Di laga terakhir kontra Persis Solo, penonton yang hadir memang relatif tinggi. Namun, ironisnya pendukung Laskar Sambernyawa justru lebih banyak dibanding Persikmania.

Di lain sisi, Ego menilai upaya panitia pelaksana (panpel) atau manajemen Persik Kediri sudah bagus. Seperti program Persik Goes to School.

Lalu juga dengan sistem pembelian tiket melalui online. “Sistem yang dilakukan manajemen dan panpel sudah bagus sebenarnya,” pujinya.

Hanya saja, dia menekankan lagi pentingnya memenangkan laga kandang. Ego melontarkan kritik terkait performa Macan Putih.

Yang mana jauh lebih bagus saat bermain away dibandingkan home. Menurutnya, fakta itu juga yang membuat suporter tidak bergairah menonton langsung di Stadion Brawijaya.

“Waktu away kita positif sekali. Tapi di saat kita home, meraih satu poin saja sulit. Ini yang kadang menyababkan suporter mending nonton di televisi,” tandasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#klasemen liga 1 #liga 1 #var #Majed Osman #liga 1 indonesia #Dede Sapari #Ousmane Fane #stadion brawijaya