KEDIRI, JP Radar Kediri - Stadion Brawijaya kembali menjadi buah bibir. Salah satu pemicu saat laga kontra PSS Sleman (19/1) lalu. Buruknya drainase lapangan disoroti banyak pihak.
Tak hanya tim yang berlaga. PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga menyoroti kondisi tersebut. Manajemen Persik Kediri mengaku telah mendapat teguran atas drainase yang buruk itu.
“Iya betul,” kata Direktur Persik Kediri Souraiya Farina Alhaddar mengamini soal pihaknya mendapat teguran tersebut.
Genangan air di lapangan menjadi persoalan serius yang dihadapi Macan Putih saat ini. Kualitas lapangan yang buruk di Stadion Brawijaya membuat strategi tidak berjalan.
Pasalnya, aliran bola menjadi terhambat. Alih-alih menunjukkan skill, para pemain hanya bisa mengandalkan bola jauh.
Kondisi ini membuat manajemen mau tidak mau bertindak. Perempuan yang akrab disapa Farina ini mengaku sudah menemui Pemkot Kediri.
Salah satu harapan yang disampaikannya tak lain mengenai renovasi stadion. Mengingat, stadion tersebut memiliki sejarah panjang.
“Kami ada list beberapa area yang emang perlu secara urgent perlu disikapi langsung. Udah ada koordinasi,” lanjut Farina.
Menariknya, beberapa catatan itu tidak hanya terkait kondisi lapangan. Melainkan juga keamanan dan kenyamanan di Stadion Brawijaya.
Menurutnya, Pemkot Kediri memberikan tanggapan positif atas apa yang disampaikan. Hanya saja, belum ada kejelasan terkait apa dan kapan perbaikan yang dilakukan nantinya.
“Ini kan bukan instan ya. Mungkin dari pihak pemkot juga ada beberapa persiapan yang dilakukan,” terangnya.
Terlepas dari itu, Farina menekankan Persik Kediri ingin terus bermarkas di Kediri. Baginya, rumah Persik Kediri tetaplah di Kediri.
“Kami ingin tetap ada di rumah kita sendiri. Makanya kalau di pertandingan selalu ada (tagline) Ini Rumah Kita di eboard,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita