KEDIRI, JP Radar Kediri – Awan gelap sedang membayangi Persik Kediri. Menjamu PS Barito Putera di Stadion Brawijaya, skuad Macan Putih harus tertatih-tatih.
Pasalnya, Majed Osman dkk mengalami penurunan performa di dua pertandingan terakhir. Selain itu, hilangnya beberapa pemain kunci menjadi momok tersendiri.
Namun demikian, Head Coach Persik Kediri Marcelo Rospide mengaku sudah mengevaluasi tim.
Dia juga sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan. Terpenting, anak asuhnya sudah melupakan kekalahan di laga terakhir melawan Malut United FC.
“Kami tidak lagi fokus pada tiga poin yang hilang saat melawan Malut. Kami berusaha melakukan yang terbaik di pertandingan nanti,” kata pelatih yang akrab disapa Marcelo itu.
Jika mengingat laga kontra Malut United FC, ada banyak peluang emas Persik. Sayangnya, itu terbuang percuma.
Hal ini menjadi salah satu bahan perbaikan yang dilakukan tim pelatih. Tantangan Persik Kediri tidak hanya dari internal.
Namun juga datang dari sang lawan. Tidak lain adalah kehadiran Vitor Tinoco dan Anderson do Nascimento.
Dua sosok yang notabene pernah membela Macan Putih. Praktis, sudah hafal dengan kelebihan dan kelemahan Persik Kediri.
“Saya pikir ini bukan sebuah ketidakuntungan. Karena setiap pertandingan berbeda cerita,” lanjutnya.
Selain Anderson, masih ada pemain yang bergabung ke PS Barito Putera di bursa paruh musim.
Adalah Renan Alves, Matias Mier, dan Jaime Moreno. Kedatangan ketiga pemain itu memiliki pengaruh ke tim berjuluk Laskar Antasari ini.
Pasalnya, mereka sudah mencatatkan gol. Bahkan Maties Mier berhasil mencetak hattrick saat melawan Persebaya Surabaya.
“Kami harus fokus pada apa yang harus kami lakukan. Kami sudah menyiapkan semua untuk meraih kemenangan,” tandas Marcelo.
Terpisah, Direktur Teknik PS Barito Putera Frans Sinatra Huwae mengatakan semua pemainnya siap menghadapi pertandingan melawan Persik Kediri.
Selain itu, semua kondisi pemainnya prima. Dia menegaskan bahwa Laskar Antasari akan bekerja keras meraih tiga poin.
Meneruskan tren positif di dua pertandingan terakhir. “Kami datang kesini untuk bawa pulang poin,” tegasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita