Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Stadion Brawijaya Tergenang saat Persik Kediri Kontra PSS Sleman, Ini Kritik Menohok Mazola Junior

Emilia Susanti • Senin, 20 Januari 2025 | 18:32 WIB
Persik Kediri vs PSS Sleman
Persik Kediri vs PSS Sleman

KOTA, JP Radar Kediri– Persik Kediri gagal melanjutkan tren kemenangan kemarin. Ironisnya, skuad Macan Putih gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Pertandingan melawan PSS Sleman harus berakhir dengan skor kacamata. Kondisi lapangan disebut menjadi salah satu biang kerok.

Kedua tim menyoroti lapangan Stadion Brawijaya, Kota Kediri yang tergenang imbas guyuran hujan. Kondisi itu membuat aliran bola tidak bisa maksimal.

Itu juga yang menyebabkan strategi dari tim pelatih gagal diterapkan saat pertandingan.
Head Coach Persik Kediri Marcelo Rospide mengaku hujan sangat menyulitkan anak asuhnya bermain.

Tim pelatih tak bisa berbuat banyak atas situasi yang terjadi. Karenanya, Ezra Walian dkk hanya bisa bergantung pada bola panjang dan bola mati.

“Dengan kondisi ini, menurut saya hasil yang normal. Adil untuk kedua tim,” kata Marcelo dalam press conference Minggu petang (19/1).

Sebetulnya, Persik Kediri bisa meraih kemenangan di babak pertama. Pasalnya, skuad Macan Putih mampu mendominasi permainan.

Apalagi, ada beberapa peluang yang dimiliki. Salah satunya dari tendangan bebas yang didapatkan Ezra Walian di menit ke-9. Sayang, bola masih melambung di atas mistar gawang Super Elang Jawa (Elja).

Ada pula aksi Riyatno Abiyoso di menit ke-14. Dia berkesempatan melancarkan sepakan keras ke gawang yang dijaga Alan Jose, kiper PSS Sleman.

Namun, bola masih melenceng di sisi kiri gawang. Selanjutnya, baik tendangan bebas ataupun sepak pojok juga gagal dikonversi menjadi gol oleh Persik Kediri.

“Kami menciptakan beberapa peluang untuk mencetak skor di babak pertama. Tetapi sayangnya di babak kedua lapangannya tidak bagus untuk kedua tim,” kata pelatih asal Brasil ini.

Lapangan yang tergenang membuat pemain kesulitan untuk menerapkan taktik tim pelatih. Passing tidak berjalan.

Para pemain juga lebih sering terpeleset karena lapangan licin. Bahkan, genangan air pun nampak jelas dalam kamera televisi.

Parahnya, Persik Kediri menimpa petaka lainnya. Di situasi yang sulit, Yusuf Meilana malah mendapat kartu merah pada menit ke-88.

Persik harus bermain dengan sepuluh pemain. Namun demikian, tetap tidak ada gol yang tercipta hingga babak kedua berakhir.

Terpisah, Head Coach PSS Sleman Uiles Geraldo Goncalves de Freitas Junior, alias Mazola Junior, juga mengeluhkan kondisi lapangan yang buruk.

Tak segan-segan, dia mengatakan lapangan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri tidak layak untuk pertandingan Liga 1.

“Pemain tidak bisa main bola. Permainan menjadi sulit, sangat-sangat susah bermain di lapangan ini,” katanya.

Kendati demikian, dia tetap menghargai kerja keras anak asuhnya. Pasalnya, dia menyadari penuh jika tidak mudah bermain di lapangan yang becek. Menurutnya, bisa mendapat satu poin adalah hal luar biasa.

Dengan hasil pertandingan kemarin, Persik Kediri saat ini kembali menduduki peringkat empat di papan klasemen sementara dengan total 31 poin.

Selanjutnya, Persik akan melakoni laga tandang melawan Malut United pada Sabtu (25/1) di Stadion Kie Raha.

Editor : Andhika Attar Anindita
#Becek #persik kediri #stadion brawijaya kediri #Mazola Junior #tergenang #pss sleman