KEDIRI, JP Radar Kediri– Al Hamra Hehanussa mengalami nasib buruk di pertandingan kontra Bali United (12/1).
Dia bertabrakan dengan Ousmane Fane dalam laga tersebut. Alhasil, kepala dari bek andalan Persik Kediri ini harus dibalut perban.
Tak sekedar diperban, pemain dengan sapaan Hamra ini juga harus dijahit usai laga. Dokter Tim Persik Kediri Muhammad Wildan Jauhar Alafi menerangkan luka itu berada di pelipis kiri. Jahitannya sekitar 2-3 centimeter.
“Lokasinya hampir sama dengan yang dideritanya musim lalu. Namun usai pertandingan, kami bersama tim medis langsung melakukan tindakan,” tambah dokter yang akrab disapa Wildan itu.
Untungnya, apa yang dialami Hamra tidak akan menjadi masalah serius. Pasalnya, Wildan mengatakan bahwa bek tengah Macan Putih itu tetapi bisa menjalani latihan seperti biasanya.
Dia memperkirakan 4-6 hari kedepan, jahitan di pelipis kiri Hamra bisa dilepas. “Semoga di laga berikutnya saat melawan PSS Sleman Hamra nanti tetap bisa bermain,” harapnya.
Terpisah, Pelatih Kepala Persik Kediri Marcelo Rospide mengaku Hamra menjadi salah satu penyemangat di tim.
Meski kepalanya dibalut perban, semangatnya di lapangan tidak surut. Bukan hanya Hamra, Marcelo juga mengatakan para pemain Macan Putih lainnya telah bekerja keras dalam pertandingan kontra Bali United.
“Ketika satu pemain down, pemain lainnya datang membantu. Kami tidak menyerah, kami memiliki semangat,” tandas Marcelo.
Editor : Andhika Attar Anindita