KEDIRI, JP Radar Kediri- Persik Kediri akan menjamu PSBS Biak di Stadion Brawijaya tanpa beberapa pemain kuncinya.
Sedikitnya empat pemain andalan Macan Putih harus menepi. Rohit Chand dan M. Supriadi dipastikan absen. Sedangkan Yusuf Meilana dan Majed Osman masih abu-abu.
Supriadi mengalami cedera. Begitu pula dengan Yusuf Meilana dan Majed Osman. Mereka masih berkutat dengan cedera yang diderita.
“Supriadi cedera, Yusuf, dan Osman masih belum prima,” ujar Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide.
Tak hanya tiga pemain tersebut. Kehilangan besar di sektor gelandang juga akan sangat terasa dalam laga ini.
Pasalnya, Rohit harus menjalani hukuman tak boleh bermain. Itu karena dua kartu kuning yang didapat saat menghadapi Persis Solo di pekan kemarin.
Beruntung, performa tim sedang bagus. Bekal tiga poin saat mengalahkan Laskar Sambernyawa akan sangat berharga.
Salah satunya bakal dapat mendongkrak semangat tim. Terlebih, Ze Valente Cs belum pernah terkalahkan dalam liga pertandingan terakhir.
Terkait pemain pengganti, Marcelo nampaknya juga tak akan begitu kebingungan. Pasalnya, kekosongan posisi Yusuf sudah diisi oleh Dede Sapari.
Dede merupakan pemain muda yang memiliki prospek menjanjikan. “Kami akan bermain all out di kandang,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Lalu, posisi Supriadi besar kemungkinan akan diisi oleh Riyatno Abiyoso atau Hugo Samir.
Sementara di sektor gelandang, Ousmane Fane diyakini bakal kembali merumput.
“Supriadi dipastikan absen. Yusuf dan Osman tergantung keputusan pelatih,” tutur Dokter Tim Persik Kediri Wildan Jauhar.
Sementara itu, skuad PSBS Biak belum bisa tampil konsisten dari enam laga yang sudah dijalani.
Bahkan, Julian Velazquez Cs pernah menang dalam laga away di Liga 1. Masalah cedera juga menghantui tim asal Indonesia timur ini. Takuya Matsunaga diyakini bakal absen karena cedera.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah