Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Arthur Irawan Rindukan Atmosfir Laga Kandang Persik Kediri di Liga 1 Indonesia

Emilia Susanti • Minggu, 1 September 2024 | 04:12 WIB
IL CAPITANO: Arthur Irawan saat bermain untuk Persik Kediri di Stadion Brawijaya.
IL CAPITANO: Arthur Irawan saat bermain untuk Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Gantung sepatu tak lantas membuat Arthur Daniel Irawan ‘terbebas’ dari dunia sepak bola.

Mantan gelandang Persik ini masih terlibat di klubnya sebagai bussiness development director. Toh, dia masih juga merindukan hari-hari ketika berlaga, terutama di di kandang.

Arthur Daniel Irawan telah mengakhiri karirnya sebagai pemain sepak bola. Memilih Persik Kediri sebagai klub terakhir yang dibela.

Sekaligus tempat menggantungkan sepatu. Tepatnya ketika laga kandang terakhir Persik Kediri di kompetisi Liga 1 musim 2023/2024.

Berhenti menjadi pemain bukan berarti membuatnya lepas dari dunia sepak bola. Nyatanya, mantan pemain yang akrab disapa Arthur ini semakin sibuk semenjak bergabung dengan manajemen.

Bedanya, kali ini, dia tak lagi berkutat dengan kegiatan latihan maupun segala aktivitas di lapangan.

“Sekarang mungkin kerjaan saya lebih dari tim teknis. Lebih ke mencari-cari partner yang tepat untuk Persik Kediri. Maupun bagaimana cara memajukan klub ini bukan sebagai sebelas pemain di lapangan,” kata Arthur yang saat diwawancarai mengenakan jersey Persik Kediri berwarna ungu.

Menariknya lagi, pria 31 tahun ini tidak menghentikan aktivitasnya di bidang olahraga. Arthur masih aktif menjaga kebugaran tubuhnya dengan pergi ke gymnasium.

Sebab, baginya olahraga sangat penting untuk kesehatannya. “Jadi kita setelah main bola pun nggak mungkin kita langsung nggak olahraga,” ujarnya.

Jika menengok ke akun Instagramnya, Arthur kerap kali membagikan aktivitasnya itu. Mulai dari kegiatannya di gymnasium, yoga, hingga bermain padel (olahraga raket).

“Yoga itu penting buat saya. Karena Yoga menjaga kelenturan saya, pernafasan saya, pastinya buat otot-otot juga sangat bagus. Jadi saya usahakan kalau bisa ada waktu seminggu minimal dua kali,” akunya.

Bisa dibilang, Arthur belum bisa benar-benar lepas dari olahraga. Dia melakukannya memang karena kebutuhan untuk tubuhnya.

Bukan lagi dilakukan untuk tujuan memperoleh hasil. Meski begitu, tetap saja ada rasa rindu terhadap sepak bola usai menggantungkan sepatu.

“Pastinya kangen. Normal lah itu menjadi hidup saya selama belasan tahun,” ungkapnya pria yang selalu berbagi senyum itu ketika diwawancara.

Di Persik Kediri sendiri, Arthur mengaku merindukan atmosfir dari Persikmania saat menjalani laga kandang. Bahkan dia kerap kali merinding sebelum bermain.

“Adrenalin sebelum pertandingan maupun dalam pertandingan. Itu pasti saya kangenin. Suasana adem Kota Kediri itu pasti saya kangen dan tentunya pecel Kediri ya saya kangen juga. Itulah hal-hal yang saya kangen tapi ya waktunya pemain lain yang menikmati,” kenangnya.

Walau begitu, Arthur mengaku tetap tidak menyesal dengan pilihannya untuk pensiun sebagai pemain. Baginya, banyak pemain muda berbakat yang jauh lebih baik dan bisa memberikan kontribusi untuk tim lebih baik dari dirinya.

Di samping itu, dia menyadari bahwa pemain sepak bola memiliki masanya sendiri-sendiri. Tidak bisa terus menjadi pemain profesional. “Siapapun yang main di Persik sekarang jauh lebih layak dari saya,” tandasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #liga 1 #kediri #arthur irawan #Arthur #persik kediri #persik #manajemen #jawa pos