SOLO, JP Radar Kediri – Perombakan starter yang dilakukan pelatih Persik Marcelo Rospide berujung manis. Mampu menutupi start buruk skua berjuluk Macan Putih ini di awal Liga 1 musim ini.
Setelah kalah memalukan dari Bali United (11/8) di Stadion Brawijaya, giliran kemarin mereka membawa pulang tiga angka dari kandang PSS Sleman, Stadion Manahan.
Dan, rotasi pemain adalah kunci keberhasilan Ze Valente dkk menghadapi tuan rumah Persis. Mulai lini pertahanan, tengah, hingga bagian depan.
“Kami belajar dari pertandingan pertama,” aku sang pelatih, Marcelo Rospide.
Di pertandingan kemarin, entrenadore asal Negeri Samba itu memang melakukan perubahan yang signifikan. Di lini pertahanan misalnya, sang pelatih menyimpan Brendon Lucas.
Menggantinya dengan Fransisco ‘Kiko’ Carneiro untuk menemani Hamra Hehanusa, Yusuf Meilana, dan Nuri Fasya dalam skema empat bek.
Melengkapi formasi 4-2-3-1 yang disusun, Ousmane Fane juga diturunkan. Menggantikan Rohit Chand di lini tengah. Kemudian, ada Ezra Walian yang menjadi starter.
Mantan pemain timnas PSSI itu menggantikan Majed Osman. Komposisi inilah yang membuat perjuangan skuas Macan Putih berakhir manis.
“Kami bisa tenang kali ini, karena telah melalui pertandingan yang sulit,” aku Marcelo.
“Seperti yang saya bilang, PSS merupakan tim yang terlatih. Untungnya kami bermain bagus,” sambungnya.
Memang, melihat jalannya pertandingan, kedua tim bermain bagus. Saling menyerang sejak babak pertama.
Persik mampu unggul di menit ke-17. Adalah Ramiro Fergonzi yang menjebol gawang Alan Jose. Memanfaatkan tendangan bebas Ze Valente.
Gol itu sempat dianulir wasit. Yang menganggap ada off-side terlebih dulu. Untungnya, teknologi video assistant referee (VAR) yang mulai diterapkan musim ini menunjukkan hal berbeda. Tidak ada pemain Persik yang terperangkap off-side.
Unggul satu gol membuat kepercayaan diri pemain Persik meningkat di paruh kedua. Serangan yang dilakukan semakin tajam.
Shooting ke gawang PSS Sleman pun lebih sering dibandingkan babak pertama. Mulai dari shoot yang dilakukan Ze Valente, Ezra Walian, hingga Bayu Otto.
Namun, hanya tendangan dari Supriadi, pemain yang diturunkan untuk menggantikan Hugo Samir yang berhasil membuahkan gol. Tepatnya di menit ke-66.
Pertama saya sangat senang bisa mencetak gol. Tentunya saya terima kasih pada pelatih, manajemen, dan teman teman,” kata Supriadi pada press conference tadi malam.
Sementara, Pelatih Kepala PSS Sleman Wagner Lopes mengaku terjadi kesalahan yang dilakukan oleh timnya.
Sehingga, tidak bisa dikatakan bahwa kekalahan terjadi hanya karna satu pemain saja. Di samping itu, menurutnya tim juga sempat melepaskan tendangan ke gawang Persik Kediri, sayangnya masih gagal.
“Kami memiliki beberapa kesempatan tetapi belum bisa cetak gol,” sesalnya.
Tiga poin ini menjadi modal yang bagus bagi Persik untuk mengarungi Liga 1di putaran pertama. Apalagi, mereka akan dihadapkan pada pertandingan kandang melawan Malut FC Minggu (25/8) besok.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah