JP Radar Kediri- Pertandingan melawan Bali United pada Minggu (11/8) tak hanya menjadi laga pertama Persik Kediri. Tetapi juga momen pertama Hugo Samir bermain di Liga 1.
Kompetisi dengan kasta tertinggi di Indonesia. “Benar-benar pertandingan pertama di liga Indonesia dan pertandingan yang saya banggakan. Saya sangat bersyukur saya bisa ada di sini,” kata pemain muda asal Surabaya ini.
Namun demikian, Hugo, sapaan akrabnya, mengaku sedikit tegang sebelum pertandingan melawan Bali United.
Ternyata, ketegangan itu juga sempat dirasakan saat laga uji coba menghadapi Persebaya. Tetapi, rasa groginya itu hanya dialami sesaat saja.
“Sedikit (deg-degan, red). Tetapi setelah kick off saya merasa lepas, saya lebih grogi yang kontra Persebaya,” akunya. Menariknya, Hugo aktif berkomunikasi dengan kedua orang tuanya sebelum pertandingan. Terutama dengan ibunya.
“Saya disuruh salawat terus sama mama,” katanya saat press conference Minggu (11/8) lalu. Terlepas dari itu, Hugo mengatakan akan bekerja keras agar selalu dipercaya Marcelo Rospide untuk menjadi starter.
Pemain 19 tahun itu tidak mau bergantung pada regulasi yang mengharuskan memasukkan pemain muda dalam kesebelasan.
Baginya, ada tidak ada regulasi itu, dia akan bekerja keras. “Ada untungnya (regulasi, red). Saya harus bermain bukan karena regulasi itu. Jadi memang karena saya pantas dimainkan,” tandasnya.
Untuk diketahui, Hugo Samir bermain cukup impresif pada laga melawan Bali United FC. Bermain sebagai penyerang sayap kanan, dia terlihat lebih aktif ketimbang Majed Osman yang berada di sayap kiri.
Menariknya lagi, Hugo sempat mendapat peluang apik dan mampu memberikan shooting tajam. Sayangnya, bola itu masih mengenai mistar gawang Bali United FC.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah