Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Musikan, Mantan Striker Persik dan Persedikab yang Jadi Penyintas Kanker

Emilia Susanti • Rabu, 5 Juni 2024 | 18:07 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Berbicara tentang Musikan di dunia sepak bola, mungkin, bakal tak ada habisnya. Jalan yang dirintisnya hingga menjadi pesepak bola nasional di zamannya, sangatlah panjang. Penuh liku dan tantangan. Juga diwarnai naik turunnya prestasi.

Mengawali karir di Persedikab Kediri, nama Musikan mulai terdongkrak ketika klubnya berlaga di divisi utama di awal 2000-an. Berduet dengan striker lainnya, Mursalim, Musikan kala itu dikenal sebagai duo Mu-Mu.

Sayang, kemampuan finansial klub mantan perserikatan tersebut tak mendukung kiprah mereka di divisi utama. Sempat merasakan naik turun kasta bersama klub berjuluk Bledug Kelud itu, Musikan akhirnya ‘bermigrasi’ ke klub tetangga, Persik Kediri. Tepatnya ketika klub berjuluk Macan Putih itu sukses menembus divisi utama pada musim 2003.

Hebatnya, di musim pertamanya itu Musikan sukses mengantar Macan Putih menjadi kampiun. Sekaligus menjadi striker lokal tersubur di kala itu. Sebelum mengakhiri karirnya di Semen Padang pada 2008. Yang dia teruskan dengan sempat melanglang buana ke beberapa klub Ligina.

Kecintaannya pada sepak bola membuat pemain yang juga PNS di Pemkot Kediri ini tak bisa melepaskan diri dari olahraga yang membesarkan namanya itu. Selepas jadi pemain dia mencari lisensi kepelatihan. Hingga lisensi B Diploma dia dapat pada 2021 silam.

Tapi, seiring dengan itu, jalan hidupnya mendapat kendala berat. Tepatnya setelah anak ketiganya lahir pada tahun itu. Penyakit ganas mendatanginya. Sang pemain divonis menderita kanker.

“Orang bila kena kanker kan pikirannya ya bakal segera mati,” kenangnya, menceritakan seperti apa ketakutannya saat itu.

Dia mengaku tak menyangka dihinggapi penyakit mematikan tersebut. Musikan menganggap vonis kanker itu sebagai titik terendah dalam hidupnya. Apalagi, kabar itu didapatkannya tak lama setelah anak ketiganya lahir.

Namun, dia berusaha untuk tetap tegar. Mencoba segala cara untuk bertahan hidup lebih lama lagi untuk putri kecilnya yang masih bayi. Tak ada pilihan lain selain mencari cara untuk sembuh.

“Saya sampai nggak punya rambut, (berat badan) turun sampai 20 kilogram. Bahkan, teman saya lupa sama saya, kan muka jadi item,” ujar Musikan, bercerita saat menjalani proses penyembuhan dengan kemoterapi.

Masa-masa itu menurutnya memang yang paling berat baginya. Dia harus bolak-balik Malang-Kediri untuk pengobatan. Menjalani kemoterapi mulai Januari hingga Juni 2023. Selain itu, dia juga harus menjalani pengobatan kanker dengan radioterapi.

“Nunggu itu (radioterapi, Red) itu sampai lima bulan,” ungkapnya sembari menyebut Januari 2024 dinyatakan sembuh dari kanker.

Segala pengobatan medis itu rutin dia jalani. Semata-mata agar bisa sembuh dan membersamai tumbuh kembangnya sang anak bungsu. Dia yakin bahwa dirinya bisa melawan penyakitnya itu. Hingga akhirnya, keyakinan untuk sembuh itu menjadi kenyataan.

Merasa pengobatannya membuahkan hasil, Musikan memberanikan diri untuk membuka SSB pada November 2023. Bertekad meskipun belum dinyatakan bersih dari kanker. Tujuannya membuka SSB itu sendiri lantaran dia ingin membagikan ilmu yang dimilikinya dalam dunia sepak bola.

“Saya pengen bagi ilmu di dekat rumah saya. Kebetulan lapangan Sambirobyong ga pernah di pakai. Terus ada anak-anak yang suka bola. Terus saya izin pak lurah Alhamdulillah dikasih. Izinnya merawat lapangan untuk bina anak-anak. Sampai sekarang Alhamdulillan SSB Bintang Muda 22 bisa mewadahi di lingkungan Kayenkidul dan sekitarnya,” ujarnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #klub sepak bola #kanker #sepak bola #striker #persik #persedikab #jawa pos