KEDIRI, JP Radar Kediri– Persik Kediri telah merampungkan seluruh pertandingan Liga 1 Indonesia. Laga melawan Persebaya Surabaya menjadi pamungkasnya. Kini, tugas penggawa Macan Putih telah selesai. Alhasil, manajemen memutuskan untuk membubarkan tim.
“Sementara berlibur dulu dan refresh setelah kompetisi panjang,” ujar Media Officer (MO) Persik Kediri Haryanto saat dikonfirmasi.
Pembubaran ini langsung dimanfaatkan oleh para pemain. Bahkan, beberapa pemain sudah ada yang langsung pulang ke daerahnya masing-masing. Namun ada beberapa pemain yang masih kembali ke Kediri. Sebelumnya nanti mengambil keputusan yang lain.
“Yang bukan asli Kediri rata-rata pulang. Cuma Hamdi, Rohit, Agung, Yusron yang bukan orang Kediri tapi tetap ikut tim ke Kediri,” urai pria yang akrab disapa Anto itu.
Oleh karena itu, tak ada aktivitas di Persik Kediri untuk sementara waktu. Anto mengatakan akan memberikan informasi bila ada kabar selanjutnya. “Nanti akan diinfo lagi agenda tim,” janjinya.
Seperti diketahui, Persik Kediri kini berada di peringkat ketujuh papan klasemen. Posisi saat ini masih sangat rentan tergeser oleh Persis Solo. Pasalnya, masih ada sisa satu pertandingan yang dimiliki oleh Persis. Walau begitu, baik peringkat ketujuh atau delapan merupakan perolehan terbaik setelah 2008/2009 silam.
Arthur Daniel Irawan, kapten Persik Kediri saat melawan Persebaya mengaku kecewa atas kekalahan di pertandingan terakhir. Padahal, menurutnya, Persik bisa tampil lebih baik lagi.
Namun demikian, Arthur mengatakan bahwa atas semua hal yang terjadi di musim ini akan menjadi bahan evaluasi untuk masa depan. Dia mengaku akan membentuk tim yang lebih kuat demi impian mendapat tambahan satu bintang lagi.
“Ini nggak cukup menurut saya, masih banyak yang kita harus berbenah dan evaluasi untuk musim depan agar kita bisa di papan atas,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah