KEDIRI, JP Radar Kediri – Kepergian Marcelo Araujo membawa duka mendalam bagi keluarga besar Persik Kediri. Kini, fisioterapis Macan Putih hanya menyisakan M. Firmansyah seorang. Setelah meninggalnya rekan kerjanya itu, Firman mengaku kewalahan.
“Dengan kepergian almarhum saya dalam menjalankan tugas sedikit keteteran karena harus ngurus pemain yang cidera sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kemarin.
Namun demikian, dia mengaku tetap berusaha melakukan tugasnya sebaik mungkin. Dia memiliki cara tersendiri agar bisa menangani para pemain. Salah satunya dengan mengatur jadwal untuk terapi. “Yang biasa satu kali sehari nanti saya jadwalkan sehari bisa dua kali,” katanya.
Sebelum menjalani tugas sebagai fisioterapis di Persik Kediri, Firman pernah bergabung dengan PSS Sleman. Sedangkan awal karirnya sebagai fisioterapis di dunia olahraga dimulai di salah satu tim basket IBI. “Yaitu Bima Perkasa Jogja,” jelasnya.
Lebih jauh, Firman mengungkapkan bahwa dia merasa kehilangan dan sedih atas meninggalnya Araujo. Dia mengaku sudah menganggap Araujo sebagai guru. Pasalnya, banyak teknik dan pengalaman yang dia dapatkan dari keahlian yang dimiliki Araujo. Terutama dalam hal penanganan atlet yang cedera. Kemudian, sosoknya yang baik dan peduli kepada semua pemain ataupun official tidak bisa dilupakan.
“Setiap kali match almarhum selalu memberikan aura positif dengan candaannya dan dengan kelucuan almarhum walaupun di satu sisi terkendala bahasa,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan oleh Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide. Menurutnya, kepergian Marcelo Araujo harusnya bisa menjadi motivasi bagi Persik Kediri untuk tampil sebaik-baiknya. Bagi pelatih asal Brasil itu, sang fisioterapis itu sangat berdedikasi dengan pekerjaannya.
“Hidup harus tetap berlanjut. Kita tidak bisa terus bersedih atas kepergian teman kami. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan bermain sebaik mungkin, menang untuknya,” tutur Marcelo.
Baginya, ahli fisioterapis Persik Kediri merupakan sosok yang mencintai pekerjaannya. Di samping itu, dia juga membantu banyak orang dengan pekerjaan yang disenangi tersebut. Oleh karenanya, meninggalnya Araujo patut dijadikan motivasi agar Persik Kediri bermain sebaik mungkin.
Untuk diketahui, Marcelo Araujo meninggal dunia pada Jumat (12/4) di RS Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri karena serangan jantung. Sebelumnya, tim medis asal Brasil itu masih sempat mengikuti latihan perdana usai libur hari raya Idul Fitri di Stadion Brawijaya Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah