Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cerita Johan Prasetyo, Bagian dari Sejarah Eksodus Pemain Arema Malang ke Persik Kediri di Musim 2003

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 11 April 2024 | 14:24 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Di musim 2003, Persik Kediri tampil mengejutkan dengan merengkuh juara Liga Indonesia untuk pertama kalinya.

Padahal, tim berjuluk Macan Putih ini baru saja promosi di musim sebelumnya. Persik yang kala itu dibesut Jaya Hartono banyak diperkuat pemain eks Arema Malang.

Iwan Budianto, sang manajer, punya peran besar membawa gerbong Arema ke Persik. Setidaknya ada 9 pemain yang melakukan eksodus.

Mereka adalah Khusnul Yuli, Harianto, Aris Susanto, Wawan Widiantoro, Lukman Harsono, Miftachul Huda, Suswanto, M. Abdul Aziz dan Johan Prasetyo.

Johan Prasetyo yang kini menjadi asisten pelatih Persik Kediri menceritakan bagaimana dirinya ikut dalam rombongan Iwan Budianto ke Persik.

Johan mengaku mendapat telepon langsung dari Iwan Budianto. Padahal, saat itu dia sempat dekat dengan PSIS Semarang.

"Saya hanya satu musim (2002) di Arema Malang. Kemudian Mas Iwan telepon untuk mengajak pindah ke Kediri. Setelah deal, akhirnya saya ikut ke Persik," kata Johan dikutip dari kanal YouTube Radar Kediri TV.

Sebenarnya bukan hanya pemain yang 'dibajak' Iwan Budianto ke Persik. Menurut Johan, beberapa staf dan ofisial tim Arema Malang juga ikut diboyong ke Kota Tahu.

Di Persik Kediri, Johan Prasetyo harus bersaing dengan para penyerang lain. Di antaranya adalah Bamidele Frank Bob Manuel alias Bobby, Musikan dan Agung Sandiono. Dua pemain disebut terakhir merupakan putra asli Kediri.

"Di musim pertama, saya mencetak antara 4-5 gol," kata Johan mengenang musim itu saat usianya masih 21 tahun.

Meski menjadi bagian dari rombongan Iwan Budianto, Johan mengaku, eks pemain Arema Malang tidak otomatis menjadi anak emas. Mereka tetap harus bersaing untuk mendapat tempat di tim inti.

"Pak Jaya melihat dengan objektif. Jadi tidak ada istilah anak emas," ucap pria 42 tahun ini.

Di musim itu, Persik Kediri benar-benar menjadi momok menakutkan bagi tim-tim mapan Liga Indonesia. Bobby mencetak 29 gol, sementara Musikan mengemas 22 gol sekaligus menjadi pemain terbaik kompetisi.

Sayang, karier Johan Prasetyo tidak panjang sebagai pesepak bola. Dia harus memutuskan gantung sepatu di tahun 2007 setelah mengalami cedera lutut sejak 2006.

"Saat itu saya sempat mengalami benturan dengan pemain Persmin Minahasa di Stadion Manahan. Sempat sembuh, tapi kambuh lagi," kata Johan Prasetyo.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #johan prasetyo #sepak bola kediri #persik #jawa pos