KEDIRI, JP Radar Kediri - Bila menilik kekuatan lawan, seharusnya laga melawan Persikab 1973 malam nanti di Stadion Brawijaya adalah laga mudah bagi Persik. Simak saja posisi lawan yang terbenam di dasar klasemen. Sementara kubu tuan rumah mapan di papan atas. Di peringkat keenam.
Tapi jangan lantas terlena dengan perhitungan teoritis seperti itu. Meskipun skuad Macan Putih unggul di semua aspek, bukan berarti mereka bisa dengan mudah melumat Persikabo. Sebab, lawan justru punya motivasi besar. Yaitu tak ingin menjadi klub yang terdegradasi.
“Mereka tentu terpacu motivasinya agar tidak terdegradasi. Semangat seperti itu layak diwaspadai,” ingat pelatih Marcelo Rospide.
Ya, laga malam nanti akan jadi penentu bagi nasib Persikabo. Mereka harus menang bila ingin tak segera terdegradasi. Hanya tiga angka yang bisa menyelamatkan mereka.
Hingga pekan ke-29, Persikabo baru mengumpulkan 17 poin. Padahal, syarat agar selamat dari zona degradasi harus mendapatkan 31 poin. Dengan hanya lima pertandingan tersisa, mau tak mau mereka harus menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Sebaliknya, kubu tuan rumah juga memiliki ambisi tinggi. Mereka juga bertekad menyapu bersih pertandingan tersisa.
“Kami memiliki motivasi untuk masuk empat besar. Kami ingin lolos championship series,” tegas Marcelo.
Terlepas dari alasan-alasan di atas, secara teknis, kemampuan Persik memang di atas Persikabo. Terutama performa di lima pertandingan terakhir. Persik berhasil meraih dua kemenangan dan tiga kekalahan. Berbanding terbalik dengan Persikabo yang tak pernah menang di lima laga terakhir. Bahkan Persikabo juga tak pernah menang di 11 pertandingan terakhir.
Namun di sepak bola semuanya bisa terjadi. Oleh sebab itu, Marcelo tak ingin langsung jemawa. Bahkan meski melawan tim dari dasar klasemen, Marcelo berjanji akan memberi penampilan terbaik.
“Kami akan berikan semuanya yang kami punya. Karena kami ingin menang,” sambungnya.
Beruntung jelang pertandingan melawan Persikabo, nyaris semua pemain Persik tersedia. Dari tim inti, hanya Simen Lyngbo yang masih abu-abu. Karena dirinya harus absen membela Timnas Filipina di kualifikasi Piala Dunia.
“Pemain inti tidak ada yang cedera. Kami merasa beruntung,” sambungnya.
Selain itu Persik akan diuntungkan dengan bermain di kandang. Karena di musim ini, Persik nyaris tak tersentuh ketika bermain di kandang. Kekalahan terakhir Persik di kandang bahkan terjadi di pekan ke-12 lalu. Yaitu saat kalah 1-2 melawan Persija Jakarta.
“Saya meminta doa dan dukungan kepada Persikmania agar kami dapat menang di pertandingan kali ini,” pungkasnya.
Terpisah, pelatih Persikabo Djajang Nurjaman mengaku tak akan menyerah begitu saja melawan Persik. Meski tak diunggulkan dalam laga malam nanti, Djajang mengaku akan memberi kejutan bagi tuan rumah. Bahkan Djajang juga optimistis timnya dapat meraih tiga poin penuh.
Hal itu dilakukan bukan tanpa alasan. Persikabo ingin lolos dari zona degradasi. Karena jika kalah atau meraih hasil imbang, maka Persikabo harus degradasi lebih cepat.
“Kami ingin keluar dari zona degradasi. Caranya yaitu dengan meraih tiga poin,” ujarnya singkat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah