KEDIRI, JP Radar Kediri- Persik Kediri berhasil memetik hasil manis melawan Bali United. Anak asuh Marcelo Rospide itu menang tipis dengan skor 1-0. Tapi, hasil itu tak otomatis membuat para pemain lepas dari kritikan. Terutama soal tumpulnya lini gedor. Padahal banyak peluang tercipta.
Kemarin Persik mencatatkan 29 tembakan ke arah gawang. Sembilan di antaranya on target. Namun, hanya satu tembakan yang berbuah gol. Itu pun melalui titik putih pinalti. Bahkan di menit-menit akhir, Macan Putih mendapat dua peluang emas. Masing-masing dari Adi Eko Jayanto dan M. Supriadi. Namun sekali lagi, tembakan dua pemain itu tak berbuah gol.
“Kami sebenarnya membuat banyak peluang di babak kedua,” aku Marcelo. Tentu buruknya finishing adalah masalah besar. Harus diselesaikan secepatnya. Hal itu pun juga sudah dipikirkan oleh Marcelo.
Marcelo bertutur akan segera memperbaiki performa timnya. Terutama untuk di lini depan. Targetnya adalah saat Persik melawan Persis Solo pada 24 Februari mendatang. “Kami akan terus perbaiki lini depan tim,” ucapnya.
Lalu bagaimana dengan lini lainnya? Menanggapi pertanyaan itu Marcelo mengaku jika lini tengah dan belakang sudah lebih dari cukup. Terutama untuk lini tengah. Buktinya? Saat pertandingan melawan Bali United, Persik dapat mendominasi permainan.
Dapat dilihat dari presentase penguasaan bola. Persik berhasil menguasai bola hingga 60 persen. Dengan total 350 operan dan 290 di antaranya merupakan operan sukses.
Begitu juga dengan lini pertahanan yang dianggap sudah cukup. Dapat dilihat dari minimnya tendangan Bali United ke arah gawang. Karena total Bali United hanya mampu melakukan 12 tembakan ke arah gawang Persik. Sedangkan hanya empat tembakan yang on target. Itu pun tak ada yang berbuah gol.
“Kami memang masih ada kesalahan. Tapi tidak masalah, yang penting kami menang,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah