Mengapa hebat? Karena Faris bukanlah pemain muda. Usianya sudah kepala tiga. Tepatnya, 36 tahun bulan depan. Pencapaian itu jelas merupakan prestasi yang layak diapresiasi.
“Alhamdulillah, hingga saat ini masih bisa bertahan,” ucapnya merendah ketika dimintai komentar mengenai hasil itu.
Faris layak berbangga. Di antara lima peraih nilai tinggi itu dia paling tua. Yang lain adalah Simen Lyngbo, Bayu Otto, Adi Eko, dan Irfan Bachdim. Menjadi modal bagi dirinya tampil lebih baik lagi di sisa musim. Bahkan, hingga akhir kiprahnya di sepak bola.
Ya, meskipun terbilang tua bagi seorang pemain sepak bola, Faris masih jauh dari pikiran pensiun. Dia masih berambisi menembus skuad utama. Karena itu, berada pada top performa merupakan syaratnya. Baik dalam latihan maupun pertandingan.
Apa kunci bisa seperti itu? Ada banyak. Tapi, menurut Faris, yang paling penting adalah istirahat cukup.
“Istirahat itu bisa berarti banyak hal. Tidak begadang, istirahat setelah berlatih, dan lainnya,” urai pemain yang musim kemarin menyandang ban kapten ini.
Kemudian, ada dua hal lagi yang membuat kondisi Faris masih bagus hingga saat ini. Yaitu konsumsi makanan bergizi dan rajin minum vitamin.
“Asupan untuk tubuh itu menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Jika ketiga hal tersebut dapat dikombinasikan, Faris yakin seorang pemain dapat bertahan dalam berkarir dalam waktu lama. Itu sudah dia buktikan sendiri.
Masih ada lagi syarat agar selalu dalam kondisi prima. Yaitu, latihan secara konsisten. Tidak hanya ketika waktu latihan tim. Juga di luar itu. Pemain harus meluangkan waktu berlatih secara mandiri.
Contohnya, dia rutin lari pagi. Setelah menunaikan salat Subuh. Satu hal yang membuat fisiknya terus terjaga.
“Pemain harus konsisten dalam berlatih jika ingin berada di level tertinggi,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah