Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hasil Liga 1 Persik v Dewa United: Imbang 0-0, Banyak Menyerang tapi Tidak Efektif

Karen Wibi • Minggu, 3 Desember 2023 | 03:52 WIB
SULIT: Pemain Persik Muhammad Supriadi gagal mencetak gol melawan Dewa United, Sabtu (2/12).
SULIT: Pemain Persik Muhammad Supriadi gagal mencetak gol melawan Dewa United, Sabtu (2/12).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Persik Kediri gagal menembus lima besar di klasemen sementara Liga 1. Menyusul hasil kurang memuaskan saat menghadapi Dewa United kemarin sore (2/12). Bermain di depan belasan ribu pendukungnya, Persik justru tak mampu mencetak gol. 

Kubu Macan Putih harus puas bermain imbang tanpa gol. Hasil itu membuat Persik mandek di posisi ketujuh. Tambahan satu poin dari hasil imbang itu membuat klub Kediri ini baru mengumpulkan 30 poin.

Kubu Persik mengaku kecewa. Namun, mereka berusaha menghibur diri dengan dalih pertandingan memang sulit.

“Pertandingan yang benar-benar sulit, tapi itu sudah kami duga,” kilah pelatih Persik Marcelo Rospide saat post-match conference.

Arsitek tim asal Negeri Samba, Brasil, itu melanjutkan alasannya. Menyebut bahwa mereka punya banyak peluang. Tapi, ketatnya pertahanan lawan membuat mandul lini depan Persik.

“Kami punya banyak shoot, free kick, dan tendangan pojok. Sayang semuanya tidak efektif,” keluhnya.

Marcelo juga mengaku telah bersaha mengubah strategi di babak kedua. Memasukkan pemain-pemain baru, terutama penyerang. Sayang, hasilnya tak banyak menolong. Meskipun intensitas serangan meninggi tapi tak sebiji gol pun yang bisa dibuat.

Menurut sang pelatih, hal tersebut menjadi catatan besar. Dia bertekad tak akan mengulang situasi seperti kemarin di pertandingan selanjutnya.

“Kami akan terus perbaiki untuk pertandingan berikutnya,” akunya.

Dari kubu Dewa United, pelatih Jan Olde Riekerink pun mengaku kecewa. 

Dia mengatakan jika timnya memiliki banyak peluang. Terutama di babak pertama. Setidaknya ada empat peluang yang seharusnya bisa berbuah gol. Sayang pemain bertahan Persik mampu menahan serangan yang dibangun oleh Alex dkk.

“Sangat sulit kami memanfaatkan peluang,” kilahnya.

Sedangkan di babak kedua, Olde mengaku jika timnya memang kesulitan. Terutama setelah masuknya Bayu Otto di kubu lawan. Beruntung bagi Dewa United, lini bertahan mereka bermain dengan maksimal.

“Paling tidak kami bisa lebih baik dari pada minggu lalu,” ucapnya menghibur diri.

Jalannya pertandingan, di babak pertama berjalan sangat ketat. Persik menekan sejak menit awal. Namun mereka kesulitan menembus strategi tiga bek tengah Dewa United.

Trio penyerang Macan Putih- Supriadi, Flavio Silva, dan Irfan Bachdim seakan mati kutu. Bertubi-tubi serangan selalu dimentahkan oleh duet Risto Mitrevski, Agung Mannan, dan Ahmad Rusadi. 

Dewa juga mencoba melakukan saru-dua serangan. Namun juga selalu dimentahkan oleh duet bek tengah Anderson do Nascimento dan Al Hamra Hehanusa. 

Di babak kedua, Persik melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Irfan dan Adi Eko keluar. Digantikan oleh Ze Valente dan Bayu Otto. Permainan pun lebih mengalir. Persik mampu mendominasi. Tapi sayang, banyak peluang yang terus dimentahkan oleh pemain bertahan Dewa.

Menjelang menit-menit akhir, Persik melakukan pergantian pemain. Supriadi dan Yusuf Meilana ditarik keluar. Digantikan oleh Jeam Kelly Sroyer dan M. Khanafi. Persik pun mencoba menyerang dengan kekuatan penuh.

Namun hal tersebut masih sia-sia. Bertubi-tubi serangan Persik tetap dimentahkan oleh lini bertahan Dewa. Terutama oleh kiper Dewa Sonny Stevens. Hingga peluit panjang ditiup, skor akhir masih 0-0.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#persik kediri #dewa united #bri liga 1 #lima besar