Namanya sangat dikenal publik bola tanah air. Pesepak bola naturalisasi yang pernah jadi ikon tim nasional. Kini, setelah melanglang buana di klub-klub besar tanah air, sang maestro singgah di Persik.
Marcelo Rospide berteriak dari tepi lapangan Stadion Brawijaya (21/11) lalu. Memanggil dengan keras nama seorang pemain. Kemudian melanjutkan dengan kata-kata bernada perintah, “Pressing....pressing...pressing!”
Sang pemain yang namanya dipanggil langsung menuruti arahan itu. Pemain berkaus hitam itu segera menekan ‘lawan’-nya. Tidak memberi ruang untuk melewati.
Pemain tersebut adalah Irfan Bachdim. Sosok yang baru diresmikan oleh Persik Senin kemarin (20/11). Meskipun baru tiba, Irfan langsung mengikuti latihan bersama tim. Menunya pun tak hanya sekadar yang ringan-ringan. Namun sudah melahap latihan taktikal. Sebagai persiapan menjelang pertandingan melawan Arema FC di Stadion I Wayan Dipta Bali (27/11) nanti.
Selepas latihan, Irfan langsung menuju tepi lapangan. Meminta minum kepada rekan setim. Beberapa menit kemudian, dia melanjutkan dengan melakukan pendinginan. Sembari bersendau-gurau bersama rekan-rekan barunya. Terlihat sangat akrab meskipun baru saja bergabung.
“Saya sangat diterima oleh teman-teman di sini,” ujarnya kepada koran ini selepas latihan.
Rekan-rekan yang ramah itulah yang membuat mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia itu merasa nyaman. Bahkan hal tersebut yang menjadi alasan mengapa pemain kelahiran Belanda ini akhirnya mau bergabung dengan Persik.
Irfan pun menceritakan pengalamannya sebelum akhirnya mau bergabung ke Persik. Selama enam bulan yang lalu, Irfan memilih untuk menganggur. Fokus menghabiskan waktu bersama keluarga.
Lalu, jelang putaran kedua, Irfan ingin kembali bermain. Tawaran pun datang dari banyak klub di Liga 1 Indonesia. Irfan sempat bimbang. Mencoba menimbang-nimbang klub mana yang akan dia terima.
“Saya juga belum mau pensiun. Karena fisik saya masih bagus. Jadi saya coba cari klub lagi,” tambah pemain berusia 35 tahun tersebut.
Dari sekian banyak klub yang meminangnya, Irfan punya satu kriteria. Yaitu klub yang memiliki rasa kekeluargaan tinggi. Dengan tujuan agar dirinya tak merasa kesepian ketika harus merantau. Maklum, Irfan memilih untuk meninggalkan anak dan istrinya di Bali.
Pilihannya pun jatuh ke Persik. Dari banyak masukan, Irfan menyebut jika Persik-lah klub yang memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi.
“Di sini rasa kekeluargaan antar-pemain dan staf sangat baik dan bagus,” pujinya.
Tak hanya soal kekeluargaan, visi dan misi-nya pun Irfan mengaku cocok. Salah satunya soal target untuk lolos ke lima besar di akhir musim. Bagi Irfan itu bukan hal yang mustahil. Terlebih setelah mengetahui kondisi pemain saat ini yang sedang top perform.
Sedangkan untuk target pribadi, suami Jennifer Jasmin Kurniawan ini mengaku ingin membantu tim sekuat tenaga. Tak hanya soal skill di lapangan, namun juga membagi pengalaman ke pemain muda.
“Karena Persik kemarin juga mencari pemain berpengalaman. Dan saya memenuhi kriteria itu,” pungkasnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah