Tak selalu mudah bagi Yusuf Meilana untuk meredam emosi. Padahal dia mendapat amanah baru, jadi wakil kapten kesebelasan. Cara tak lazim pun dia lakukan, rajin mendengarkan dangdut sebelum main.
“Jujur, menjadi kapten di lapangan itu susah. Terutama saya orangnya mudah emosian,” aku Yusuf di sela-sela mengikuti sesi latihan klubnya di Stadion Brawijaya.
Pemain sayap kiri itu berujar, pengalaman menjadi kapten du Persik adalah sesuatu yang sempat membuatnya bingung. Pada satu momentum dia bisa merasa senang sekaligus ketakutan.
Perasaan senang muncul karena dia merasa tersanjung. Dinilai memiliki jiwa pemimpin yang mumpuni. Hanya saja, faktanya, perasaan senang itu tak lebih besar dari ketakutan yang turut dia rasakan.
Ya, Yusuf masih takut ketika harus memimpin rekan-rekannya di lapangan. Karena dia memiliki satu sifat yang seharusnya tak punyai seorang kapten tim. Yaitu mudah terpancing emosi jika ada masalah.
Sebenarnya, sifat itu memunculkan sisi positif bagi Yusuf. Ketika emosi muncul permainannya justru lebih bagus. Terpacunya adrenalin yang membuat seperti itu.
Hanya saja, berstatus kapten kesebelasan tentu tak boleh mudah terpancing emosinya. Sebaliknya, dia yang harus meredam emosi rekan-rekannya. Untuk menjaga ritme emosi rekan-rekannya.
Lalu, bagaimana cara Yusuf mengontrol emosinya? Pemain 25 tahun ini punya cara unik. Yaitu mendengarkan musik sebelum pertandingan. Bukan sembarang musik, yang dia dengarkan adalah lagu-lagu berirama dangdut. Paling tidak, dua jam sebelum kick off pemain ini akan melakukan hal tersebut.
Mengapa dangdut? Ternyata, bagi Yusuf, lagu dangdut bisa melenakan perasaan. Lagu dangdut bisa didengarkan dengan hati yang tenang. Sehingga mampu membantunya menata emosi.
Beda bila yang dia dengarkan musik bergenre cadas alias rock, atau bahkan heavy metal. Temperamen aslinya, sebagai pemain emosional, bisa muncul.
Tapi, lagu dangdutnya juga bukan yang sembarangan. Liriknya harus menyentuh hati, yang mudah dia pahami. Yaitu lagu dangdut Jawa yang beberapa tahun belakangan sedang digandrungi banyak orang.
“Lebih feel ketika lagunya dangdut Jawa. Yang beberapa tahun ini mulai terkenal,” tambahnya.
Lagu dari penyanyi Denny Caknan, Guyon Waton, Happy Asmara sudah menjadi langganan untuk diputar sebelum bertanding. Hasilnya pun dapat dilihat. Yusuf lebih tenang di lapangan. Tak mudah terpancing oleh provokasi pemain lawan. Permainan pun jadi lebih maksimal.
“Semoga dengan cara itu bisa main lebih tenang, lebih konsisten,” pungkasnya.
Seperti diketahui, selama kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2023/2024, Yusuf tak pernah tergantikan. Dirinya selalu dimainkan di setiap pertandingan hingga pekan ke-11. Selama 11 pertandingan tersebut, Yusuf sudah menjadi kapten sebanyak 8 kali.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah