Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panpel Persik Kediri Wajib Cari Pelaku Pengeroyokan di Stadion Brawijaya

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 25 Juli 2023 | 17:02 WIB

 

CARI PELAKU: Panpel Persik Kediri diwajibkan mencari pemukul Aremania yang bertandang di Brawijaya (15/7).
CARI PELAKU: Panpel Persik Kediri diwajibkan mencari pemukul Aremania yang bertandang di Brawijaya (15/7).

Di sisi lain, Panpel Persik dibuat pusing oleh ulah segelintir suporter yang tidak bertanggung jawab. Karena bukan hanya menerima sanksi denda, panpel juga mendapat pekerjaan lainnya. Yaitu mencari pelaku pengeroyokan yang terjadi saat Persik menjamu Arema FC beberapa waktu lalu.

“Kami masih ada satu pekerjaan rumah lainnya. Yaitu mencari pelaku pemukulan suporter Arema,” terang Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo.

Widodo menerangkan, sebelumnya Persik mendapat dua sanksi dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Yaitu denda Rp 25 juta dan pengosongan tribun timur untuk satu pertandingan home. Ternyata selain kedua poin itu, panpel kembali mendapat tugas dari PSSI. Yaitu mencari siapa saja pelaku pemukulan suporter Arema.

Bagaimana jika Persik tak berhasil menemukan pelaku tersebut? Widodo menyebut Persik bisa saja mendapat satu sanksi lainnya. Tentang apa sanksi tersebut, Widodo masih belum bisa menerangkan secara rinci.

“Kemungkinan sanksi yang didapat oleh panpel bisa lebih berat dari sanksi sebelumnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, meskipun sulit, Widodo mengaku akan berusaha keras untuk mencari siapa saja pelaku pemukulan. Caranya adalah dengan mengoordinasi seluruh basis suporter Persikmania.

Dengan cara tersebut, Widodo berharap dapat segera menemukan pelaku pemukulan. Alhasil Persik tak jadi mendapat sanksi yang lebih berat dari dua sanksi yang telah diberikan.

“Kita diberi waktu maksimal dua minggu sejak hasil sidang itu dikeluarkan,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Widodo berpesan kepada Persikmania untuk tidak lagi teledor. Terutama hingga menyebabkan kejadian serupa seperti ketika laga Persik melawan Arema. Karena jika sampai itu terjadi, kerugian paling besar akan diterima pihak klub. Bahkan jika sampai terus-terusan terjadi, hal tersebut akan mencoreng nama sepak bola Kediri. Khususnya Persik.

“Mari kita lebih dewasa dan jangan sampai merugikan diri sendiri dan klub kecintaan kita,” harapnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#panpel #persik kediri #persik #pengeroyokan #stadion brawijaya