Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dikri Yusron, Kiper Persik Kediri yang Cinta Sambal Pecel

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 2 Mei 2023 | 18:56 WIB
(Dok. JP Radar Kediri)
(Dok. JP Radar Kediri)
Dikri Yusron punya banyak alasan mencintai Kediri. Bukan hanya karena dia portier di klub Kediri. Tapi, karena kesukaannya pada salah satu makanan khas, pecel. Sampai-sampai, menu itu jadi bawaan wajib ketika mudik.

KAREN WIBI, Kota, JP Radar Kediri

Siang itu (11/4) hampir seluruh pemain Persik berkumpul di mess pemain. Lokasinya di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Tidak terkecuali Dikri Yusron, sang kiper.

Berbeda dari biasanya, siang itu Dikri datang ke mess dengan keluar dari pintu belakang taksi online. Maklum saja, saat itu, dia membawa barang bawaan yang lebih banyak. Jika biasanya membawa satu tas jinjing, siang itu dia membawa tiga tas jinjing. Ketiga-tiganya penuh dengan barang-barang.

Hal itu dilakukan Dikri bukan tanpa sebab. Karena selepas pertandingan melawan Persis Solo, Dikri tidak kembali ke Kota Kediri. Namun memilih untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Bandung, Jawa Barat dengan mengendarai kereta api.

“Nanti setelah game lawan Persis Solo aku langsung pulkam ke Jawa Barat,” ujarnya saat ditemui wartawan koran ini.

Kegiatan pulkam alias pulang kampung, dilakukan karena saat itu liga telah usai. Selain itu Lebaran tinggal menunggu hitungan jari. Karena selepas pertandingan melawan Persis Solo, dua minggu kemudian sudah lebaran.

Ketika ditanya isi tas yang dibawa, Dikri, pemain berusia 28 tahun itu memiliki jawaban yang mengejutkan. Di dalam tas itu bukan hanya berisi sepatu, jersey, dan perlengkapan bola lainnya. Namun adalah sambel pecel yang menyelip di antara bawaan wajib itu. Ya, sambel pecel yang masih belum dicampur dengan air.

Dikri bercerita sembari terkekeh. Dia mengaku, memiliki hobi berkeliling untuk mencari makanan khas di suatu daerah. Ketika menginjakkan kaki di Kota Kediri, Dikri langsung berpikiran untuk segera mencari makanan khas daerah ini.

Setelah searching di internet, Dikri menemukan beberapa makanan khas dari Kota Kediri. Salah satunya adalah sambel pecel. Paling terkenal, nasi pecel yang ditemukan oleh Dikri berada di Jalan Dhoho.

Lalu beberapa hari kemudian, Dikri mencoba nasi pecel di Jalan Dhoho. Ternyata, Dikri merasa cocok. Perpaduan sambal kacang yang manis, pedas, dan gurih pas di lidahnya.

Singkat cerita, beberapa waktu kemudian, Dikri pulkam. Saat momen itu, Dikri membawa oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Salah satunya adalah sambel pecel.

Sambel pecel itu lalu dicoba oleh sang ibu. Tak disangka, ternyata orang tua dari Dikri juga menyukai sambel pecel. Lidahnya cocok. Berbagai macam pujian diberikan oleh sang ibu untuk sambel pecel yang dibawa oleh Dikri.

Setelah itu, setiap pulkam, Dikri wajib membawa sambel pecel. “Yang minta buat bawa pulkam itu sekarang malah si mamah,” terangnya.

Selain karena rasanya yang enak, Dikri menyebut jika sambel pecel menjadi pilihan karena simpel. Tidak perlu tempat khusus. Ditambah sambel pecel bisa tahan selama beberapa hari alias tidak gampang basi.

Selain sambel pecel, Dikri juga sering membawa makanan khas Kota Kediri lainnya. Yaitu tahu kuning. Dengan pertimbangan tahu kuning adalah makanan paling terkenal dari Kota Kediri. “Dua itu wajib dibawa saat pulkam,” tutupnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sambal pecel #persik kediri #persik #hobi #kiper persik