Kekalahan tersebut membuat Tim Macan Putih -julukan Persik Kediri- gagal mengukir rekor baru di persepak bolaan Tanah Air. Sebab, jika menang, Persik Kediri mencatatkan 10 kemenangan beruntun yang sebelumnya tidak pernah ditorehkan klub lain di Liga 1. Persik hanya mampu menyamai catatan yang dimiliki PSM Makassar dan Bali United.
Selain gagal membuat sejarah baru, peringkat Persik di klasemen turun di posisi ke-11 dengan 44 poin. Bahkan, jika Arema FC menang lawan Bhayangkara FC di pekan ke-34, Jumat (14/4), posisi Arthur Irawan dkk bisa melorot ke peringkat 12.
Secara permainan, Persik Kediri memang kalah penguasaan bola dari Persis Solo. Di babak pertama, kedua tim gagal memanfaatkan peluang yang didapatkan.
Namun hal berbeda terjadi di babak kedua. Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- bermain lebih dominan. Dengan trio Abduh Lestaluhu, Alexis Messidoro dan Ferdinand Sinaga, Persis Solo beberapa kali bisa melakukan serangan yang membahayakan.
Hasilnya, pada menit ke-73, Persis Solo mendapat kesempatan emas. Mereka mendapat hadiah penalti. Namun, Alexis Messidoro yang menjadi algojo penalti gagal memanfaatkan dengan baik.
Pasca gagalnya tendangan penalti Messidoro, Persik Kediri kian tertekan. Hingga akhirnya menjelang peluit akhir, Persik Kediri kebobolan. Adalah Ferdinand Sinaga yang mengubur impian Persik mencetak rekor baru.
Gol semata wayang Ferdinand dicetak di ujung laga. Pemain 34 tahun ini sukses mengorvensi umpan lambung Irfan Bachdim lewat sundulan kepala yang gagal dijangkau kiper Persik Dikri Yusron.
Usai laga, Pelatih Persik Divaldo Alves mengaku sangat menyayangkan kekalahan timnya melawan Persis Solo. Pasalnya, rekor yang sudah ada di depan mata menguap begitu saja.
Kendati demikian, pelatih asal Portugal ini mengaku tetap bangga dengan anak asuhnya. Sebab, sembilan kali kemenangan secara beruntun adalah prestasi yang sangat sulit dilakukan. “Tim sudah bermain dengan sangat luar biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Pelatih Persis Solo Leonardo Medina mengaku senang dengan hasil yang didapat oleh anak asuhnya. Karena seperti yang diucapkan sebelum pertandingan, Leonardo memang berniat untuk menghentikan rekor kemenangan Persik Kediri. "Kemenangan ini sangat berharga karena dapat menaikkan satu tingkat di klasemen,” katanya. Editor : Anwar Bahar Basalamah