Stadion Brawijaya ramai dengan tepuk tangan para pemain, Kamis (6/4) malam. Keriuhan saat para pemain itu menyambut kapten Macan Putih Dany Saputra yang ‘kembali’ ke Kediri. Bukan karena sebelumnya pindah klub, melainkan karena terbelit cedera sejak lima bulan silam.
Ya, selama lima bulan itu pemain asal Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto ini harus menjalani perawatan di Jakarta. Proses menyembuhkan cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang dia dapat saat menghadapi mantan klubnya, Persija Jakarta, Desember 2022.
“Alhamdulillah, sekarang sudah agak mendingan, bisa berlatih lagi dengan tim,” ujar Dany.
Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Dany mengatakan bahwa cedera yang dialaminya sama yang dia derita dua tahun lalu. Tempatnya juga sama, di lutut kanan.
Pria 32 tahun ini mengenang, saat ditarik keluar pada menit-60, dia sempat berpikir soal cederanya. Apakah benturan tersebut bisa membuatnya cedera lagi seperti yang pernah ia alami sebelumnya?
“Pas tahu, rasanya memang sakit Mas. Lalu setelah diperika ternyata cederanya sama. Saya langsung berdoa agar tidak memperparah luka yang sebelumnya sudah sembuh itu,” kata Dany.
Ia pun langsung dibawa oleh tim dokter ke Jakarta untuk melakukan scan kaki. Dan ternyata benar, cedera ACL lutut kanannya terjadi lagi. “Mau bagaimana lagi, harus fokus penyembuhan,” imbuh pemain bernomor punggung 3 ini.
Dany sadar, cedera itu membuat musimnya telah berakhir. Bagaimana tidak, penyembuhannya butuh waktu lama. Sekitar enam bulan. Itu berdasarkan pengalamannya ketika cedera pertama kali. Padahal, liga sudah berakhir pada April 2023. Lima bulan dari dia terkena cedera.
Semenjak itu mimpinya terus bermain hingga akhir musim pupus. Namun, semangatnya berjuang bersama tim tak pernah hilang. Meski dirinya sudah tak bisa menemani tim melalui kehadiran di lapangan, atau di bangku cadangan, Dany punca cara lain.
“Awal cedera dulu, sama sama Taufiq kan sama-sama dirawat di Jakarta. Lalu kami juga setiap hari masih terus kontak dengan teman-teman di sini,” katanya.
Setiap akan bertanding, Dany juga selalu video call atau telepon para pemain dan staf. Sekadar menyapa dan memberikan dukungan moral.
“Ya selama cedera kemarin, bisanya cuma itu. Memberi semangat dan doa saja. Alhamdulillah juga, Persik terus menang,” papar Dany.
Pria yang punya bisnis laundry ini menambahkan, dukungan dan semangat dari keluarga menjadi penopang motivasinya. Demikian pula dari ‘keluarganya’ di Macan Putih. Kemenangan Persik juga membuatnya bersemangat. Dia pun merasakan senangnya semangat anak-anak Kediri yang terus bermain dengan keras.
“Jelas senang dan bangga banget, Mas. Bagaimana tidak. Awal musim kita terseok-seok. Lalu naik terus. Dan Alhamdulillah sekarang di posisi ke-10,” katanya.
Karena itulah, ‘kembalinya’ Dany pada sesi latihan malam sebagai hal yang ditunggu. Karena kapten Persik itu sudah berseragam lengkap tanpa menggunakan penopang lutut lagi saat bermain. Namun masih dalam pantauan dokter dan fisioterapis tim. Editor : Anwar Bahar Basalamah