Hal ini didorong belum adanya kepastian mengenai kelanjutan kompetisi. Setelah terjadi Tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang menewaskan ratusan jiwa manusia. “Aktivitas bersama dengan klub kami liburkan semuanya. Semua bisa pulang ke rumah masing-masing,” kata Pelatih Persik Divaldo Alves.
Ia mengatakan, para pemain tetap diminta untuk melakukan latihan secara mandiri di rumah masing-masing. Selain itu juga memberikan laporan agar kondisi mereka tetap bisa dipantau oleh tim pelatih.
Pelatih berpaspor Portugal itu berharap anak asuhnya dapat menikmati libur untuk kembali berkumpul dengan keluarga. Sembari menunggu kapan kompetisi akan kembali bergulir, yang menjadikan dilema baginya.
“Saya tahu ini situasi yang tidak mudah dan saya juga melihat kemarin mereka tetap fokus bekerja keras berlatih,” imbuh Alves.
Ia juga berharap sepak bola di Indonesia bisa cepat bangkit setelah tragedi di Kanjuruhan. Alves juga mendukung langkah yang tengah diambil berbagai pihak. Baik pemerintah dan federasi. “Semua dilakukan untuk menjadikan segala aspek di pertandingan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Untuk diketahui, Persik merupakan satu dari beberapa tim yang mengistirahatkan aktivitas klubnya pasca-tragedi Kanjuruhan. Sebelumnya sudah ada Persib Bandung dan Madura United yang menghentikan aktivitas klub.
Persik sebelumnya sempat menggelar sesi latihan selama beberapa hari usai PT LIB mengeluarkan pernyataan akan menghentikan kompetisi selama dua pekan. “Kemanusiaan di atas segalanya, karena itu waktu libur ini saya juga berharap para pemain Persik seperti pelaku sepakbola di Indonesia lainnya dapat memulihkan mentalitas mereka yang pasti menurun karena kejadian kemarin. Saya berharap ada kabar bagus ke depannya,” pungkasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah