“Masih kami rapatkan, namun dari manajemen kedua tim sudah paham dari perjanjian awal September lalu,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi.
Kepada wartawan, Wahyudi mengatakan bahwa pihaknya sementara juga akan melakukan penjagaan seperti biasa. Pengalihan arus berlaku di Jalan PK Bangsa dan di batas-batas Kota Kediri menuju ke Stadion Brawijaya. Namun, pihak kepolisian juga melakukan penjagaan di area loket.
Mengingat, manajemen Persik juga akan menyiapkan tiket offline. Model penjualan langsung ini khusus untuk pertandingan melawan Arema. Agar perjanjian antara kedua manajemen tanpa suporter tandang dipatuhi.
“Salah satunya juga tertuang segala bentuk pelanggaran hukum, pidana, dan anarkis, akan diselesaikan dengan prosedur hukum yang berlaku bagi kedua belah pihak,” kata perwira polisi berpangkat dua melati di pundaknya itu.
Sementara itu Ketua Locus of Control (LOC) Persik Abriadi Muhara mengatakan tiket akan dijual pada hari pertandingan saja. “Kemarin biasanya online, sekarang offline. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia mengatakan bahwa semuanya merujuk kepada hasil kesepakatan bersama kedua belah pihak dengan Forkompimda Kediri. Nantinya juga akan pemeriksaan pembelian dari suporter Persik saja.
Meskipun penjualan dilakukan secara offline, pihaknya menyatakan tidak ada perubahan harga dan jumlah tiket yang akan dicetak nantinya. “Kami cetak 12 ribu tiket total seperti biasa. Harga juga sama. Namun sesuai kesepakatan bersama, untuk suporter tim tamu tidak akan hadir di laga ini,” papar Muha. Editor : Anwar Bahar Basalamah