Hal tersebut dikatakan Direktur Persik Kediri Rawindra Ditya. Menurutnya salah satu fokus pembenahan stadion adalah soal lampu. “Ya, dalam waktu dekat ini segera akan kami pasang lampu baru,” ujarnya.
Menurutnya, minggu depan, pihak manajemen akan mencari vendor yang tepat sebelum nantinya mendatangkan lampu sesuai jumlah yang dibutuhkan. “Segera,” tegasnya.
Hal senada dikatakan penanggung jawab renovasi Stadion Brawijaya Tri Widodo. Menurutnya, dengan mempertimbangkan kebutuhan penerangan stadion,semua lampu akan diganti. “Ada 24 lampu setiap tiang. Seluruhnya kapasitas 800 lux,” ujar Widodo.
Dengan adanya empat tiang di stadion, artinya bakal ada 96 lampu. Dengan jumlah tersebut, total lampu bakal melebihi jumlah saat ini. Sebelumnya, masing-masing tiang di Stadion Brawijaya hanya terpasang 16 lampu. Sehingga total hanya ada 64 lampu. Itupun sebagian sudah tidak lagi berfungsi maksimal alias rusak.
Widodo mengatakan setidaknya awal Juli nanti, lampu yang akan dipesan sudah datang. Karena renovasi ini juga berkejaran dengan jadwal Liga 1 yang akan segera dimulai. “Harapannya bulan depan sudah tuntas,” bebernya.
Lampu stadion ini memang sangat urgen. Mengingat pertandingan Liga 1 kerap digelar malam hari. Salah satunya karena pertimbangan jam siar di televisi.
Persik sendiri terancam tak bisa menggunakan Stadion Brawijaya Kediri sebagai home base di Liga 1 2022/2023 jika renovasinya belum tuntas. Setidaknya, di awal liga yang infonya mulai berjalan akhir Juli 2022 ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin, lapangan rumput masih terus digarap. Bukan hanya memotong rumpu yang tinggi, para pekerja juga meratakan lapangannya. Kerataan lapangan memang kerap dikeluhkan. Pemain sering kehilangan bola karena di beberapa bagian lapangan, ketinggiannya tidak merata. Bola jadi memantul dan sulit dikontrol.
Manajemen sebelumnya juga akan meratakan lapangan dengan pasir. Dengan proses itu, termasuk menumbuhkan rumput lagi di stadion kebanggaan warga Kota Kediri tersebut, jelas butuh waktu. Apalagi, renovasi juga bakal menyasar hal lainnya. Yakni lampu stadion hingga ruang ganti pemain. Editor : Anwar Bahar Basalamah