Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin sejumlah pekerja dari PT Harapan Jaya Lestarindo masih mengerjakan proyek perbaikan lapangan. Rumput yang tinggi dipotong. Sementara tanahnya diratakan agar tak lagi bergelombang.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Tri Widodo, penanggung jawab perbaikan Stadion Brawijaya Kediri mengatakan bahwa proses perbaikan terus berjalan. “Awalnya memang luar lapangan dulu. Tapi saat ini sudah masuk di dalam lapangan,” ujarnya.
Bagaimana dengan target penyelesaiannya? Widodo mengatakan tentu renovasi ini butuh waktu. Namun setidaknya beberapa minggu lagi, pekerjaan perbaikan ini akan kelar. “Ya perkiraanya pertengahan Juli ini sudah selesai,” ungkapnya.
Menurut Widodo targetnya tentu sebelum Liga 1 2022/2023 bergulir, lapangan Stadion Brawijaya yang akan jadi home base Persik sudah selesai diperbaiki dan bisa digunakan untuk pertandingan. “Ini PR kami sebelum liga mulai. Makanya terus kami kerjakan,” bebernya.
Memang selain beberapa titik perbaikan seperti lampu dan ruang ganti pemain, yang paling mendesak menurut Widodo adalah soal lapangan. Dia mengatakan lapangan diratakan agar tidak lagi bergelombang. Karenanya, selain pemotongan rumput, lapangan juga akan diuruk dengan pasir. “Kami akan datangkan 140 meter kubik pasir untuk menambal lapangan yang legok (bergelombang, Red) itu. Setelah itu baru ditanami rumput lagi,” tandasnya.
Alasan perbaikan Stadion Brawijaya inilah yang digunakan Persik untuk menjalani training center (TC) di Jakarta bulan lalu. Persik memilih berlatih di ibukota karena lapangan tidak bisa dipakai. Bahkan, sejak TC hingga akhirnya tersingkir dari fase grup Piala Presiden 2022 pekan lalu (19/6), Persik belum sekalipun berlatih di stadion kebanggaan warga Kediri ini.
Sore kemarin, usai menjalani libur setelah Piala Presiden, skuad Macan Putih akhirnya memilih berlatih di lapangan Wali Barokah di Kelurahan Rejomulyo. Dengan kondisi habis diguyur hujan deras, pemain Persik berlatih serius di bawah asuhan coach Javier Roca. Editor : Anwar Bahar Basalamah