KOTA, JP Radar Kediri - Dikri Yusron gagal memperpanjang catatan clean sheet di dua laga terakhirnya. Masing-masing saat melawan Madura United dan Persebaya Surabaya. Penjaga gawang 26 tahun itu kebobolan tiga gol dari dua pertandingan tersebut.
Meski begitu, penampilan Yusron terbilang masih konsisten. Bahkan, dia beberapa kali melakukan penyelamatan gemilan di laga tersebut. Gol yang merobek gawangnya rata-rata memang bola yang sulit dijangkau.
Karena itulah, pelatih Javier Roca tetap memberikan kepercayaan kepada kiper kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu. Menurut sang juru taktik, Yusron adalah kiper yang bagus. "Dia selalu tampil baik dan sangat nyaman dengan kondisinya sekarang," kata Roca.
Tapi, Roca selalu berpesan agar Yusron tidak selalu berpuas diri dengan penampilannya sekarang. Dia harus tetap konsisten sampai akhir musim. "Harus tetap bisa menjaga gawangnya tidak kebobolan," ungkap pelatih asal Chili ini.
Roca beruntung punya dua kiper yang bagus di timnya. Selain Yusron, masih ada Adi Satryo yang menjadi pelapis. Bahkan, di awal putaran kedua, mantan kiper PSS Sleman itu sempat menjadi pilihan utama Roca di bawah mistar Macan Putih.
Namun, setelah kekalahan dari Persija Jakarta 2-1 di pekan ke-26, posisi Adi kemudian digeser oleh Yusron. Dan, Yusron mampu melakukan tiga kali clean sheet sebelum akhirnya dipatahkan oleh Laskar Sappe Kerrab -julukan Madura United-.
Sebenarnya, Persik punya tiga kiper lain yang masih berada di skuad. Mereka adalah Dian Agus Prasetyo, Fajar Setya Jaya dan Misbahul Akmal. Hanya saja, dua kiper disebut pertama sudah jarang mendapat tempat. Sementara Akmal merupakan pemain junior.
Di sisa empat laga Liga 1, Roca berharap Persik bisa konsisten bermain baik. Sehingga mereka mampu memenuhi target bertengger di posisi 10 besar. "Itu yang kami butuhkan sekarang. Bermain konsisten sampai akhir musim," ucap Roca.
Saat menelan kekalahan dari Persebaya Surabaya, performa sejatinya tidak terlalu buruk. Risna Prahalabenta dkk tetap mampu menyulitkan Green Force sampai peluit panjang dibunyikan. Bahkan, jika tak ada penyelamatan dari Ernando Ari di masa perpanjangan waktu, barangkali kedudukan akan berubah menjadi 1-1. (rq/fud)
Editor : adi nugroho