GIANYAR, JP Radar Kediri – Soal memuji lawan, jarang sekali dilakukan oleh pelatih Persik Javier Roca. Tapi, jelang lawan Persebaya, pelatih asal Chile itu ngowahi adat alias melakukan di luar kebiasaan. Dia memuji lawan Persik di pekan ke-30 itu setinggi langit.
“Mereka adalah tim dengan gaya main paling menarik di kompetisi ini. Punya pemain dengan individu yang bagus dan merata,” puji Roca.
Karena diisi pemain bertalenta tinggi, lawan yang akan dihadapi sore nanti di Stadion I Wayan Dipta itu mampu memainkan umpan-umpan pendek cepat. Mengingatkan gaya main ala Barcelona di era Pep Guardiola, tiki-taka.
Racikan pelatih Aji Santoso itu juga sudah memakan banyak korban. Beberapa klub papan atas kewalahan mengatasi strategi yang dibangun mantan winger timnas itu. Sebut saja beberapa di antaranya, Arema FC dan Madura United FC.
Meskipun memuji, bukan berarti Roca tak punya peredam. Memang, dia mengakui timnya tak punya kecepatan seperti Persebaya. Tapi dia sudah mengantongi beberapa cara untuk menjinakkan permainan lawan.
Roca mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Macan Putih untuk menjinakkan gaya main klub berjuluk Green Force itu. Yang pertama, pemainnya harus benar-benar kompak dan solid sepanjang pertandingan.
"Kami tidak boleh lengah untuk tetap disiplin sampai akhir laga," ungkap juru taktik berusia 44 tahun ini.
Kedua, Roca harus bisa mengimbangi ball possesion Persebaya. Melawan tim mana pun, arek-arek Surabaya itu selalu unggul dalam penguasaan bola. "Kami harus bisa mengimbangi mereka. Jangan sampai membiarkan Persebaya terus mengendalikan permainan," kata Roca.
Jika Persebaya mampu mengatur ritme permainan. Itu berarti sinyal berbahaya bagi Persik. Karenanya, Roca meminta anak asuhnya untuk menjaga konsentrasi dan terus bekerja keras di lapangan.
Apalagi Persebaya tentu saja ngebet ingin meraih tiga poin. Agar menjaga kans mereka di jalur juara. Persik pun demikian. Meskipun sudah terbilang aman dari zona degradasi, Roca menginginkan perbaikan peringkat di papan tengah.
Saat ini, Persik berada di peringkat kesembilan dengan raihan 37 poin. Bila menang, mereka akan menggeser Persija Jakarta dan PSIS Semarang. Naik ke posisi ketujuh. Sementara Persebaya nangkring di posisi kelima dengan 55 poin. Dengan pemuncak klasemen, Bali United, masih berjarak delapan poin.
Sementara itu, setelah dibekap cedera panjang, fullback kiri Persik Samsul Arifin akhirnya bakal diturunkan sebagai starter. Meskipun baru pertama kali main, mantan pemain PSS Sleman itu mengaku tidak nervous.
"Saya bersyukur bisa kembali ke lapangan. Sebagai pemain profesional, saya selalu siap jika dimainkan oleh pelatih. Saya pikir tidak ada rasa gugup," ungkap pemain 30 tahun asal Pasuruan ini.
Persebaya yang ingin mengejar gelar juara juga tak mau kalah. Sang arsitek Aji Santoso menegaskan timnya butuh kemenangan di setiap pekan. Meskipun sebenarnya Persebaya sudah memenuhi target lima besar dari manajemen.
"Tapi kami ingin melebihi target yang diberikan manajemen. Kami masih punya peluang dengan memaksimalkan semua pertandingan tersisa," kata pelatih asal Malang ini. (baz/fud)
Editor : adi nugroho