KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri sebenarnya tidak layak kalah di laga perdana melawan Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat lalu (27/8). Hasil imbang adalah yang paling adil. Terbukti, Macan Putih berpeluang membuka gol di menit ke-13 melalui tendangan penalti.
Sayangnya, Youssef Ezzejjari gagal mengeksekusi tendangan 12 pas tersebut. Striker asal Spanyol ini tak mau larut dalam kesedihan dan segera melupakan kekalahan tersebut. “Kita harus melihat ke depan sekarang,” kata Youssef.
Menurutnya, Persik bermain sangat baik malam itu. Bukan hanya dalam membangun serangan tetapi juga saat bertahan. “Kami sangat kompak dan solid,” ungkap pemain yang sebelumnya merumput di Liga Andorra ini.
Beberapa peluang berhasil diciptakan. Selain tendangan penalti, Persik juga mendapatkan kesempatan lain dari kemelut di depan gawang dan open play. Namun, tak satu pun yang berbuah gol.
Youssef mengungkapkan, Persik hanya tidak beruntung saja di pertandingan tersebut. Di menit ke-83, mereka akhirnya kebobolan lewat gol yang diciptakan M Rahmad. “Sangat tdiak beruntung sekali malam itu,” ucap penyerang berusia 28 tahun ini.
Dia mengatakan, tidak mau menyesali tendangan penaltinya yang gagal. Youssef hanya ingin fokus di pertandingan berikutnya di pekan kedua. “Kami akan bekerja keras dan siap di laga berikutnya,” katanya.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum menentukan jadwal pekan kedua. Operator kompetisi tersebut masih menunggu evaluasi dan manager meeting yang digelar hari ini. Jika mengacu draf jadwal kompetisi, lawan Persik berikutnya adalah Persela Lamongan.
Yang pasti, di minggu ini, jika kompetisi terus berjalan, pertandingan dilanjutkan oleh klub-klub yang belum berlaga. Total ada 12 pertandingan di pekan pertama.
Youssef mengaku, siap bertarung kembali di laga berikutnya. Dia akan melakukan hal yang terbaik untuk Persik Kediri. “Jika kita bermain seperti kemarin malam (Sabtu), kami akan menang,” ungkapnya.
Salah satu kelemahan Persik di laga tersebut adalah fisik. Pelatih Joko Susilo mengaku akan membenahi fisik pemainnya. “Selain program, individu pemain juga ikut menentukan peningkatan fisik,” kata pria yang akrab disapa Gethuk ini. (baz)
Editor : adi nugroho