KOTA, JP Radar Kediri – Pemain asing Persik Kediri yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kemarin, tiga pemain dikenalkan oleh manajemen klub berjuluk Macan Putih. Bahkan, ketiganya sudah bergabung latihan sore di Stadion Brawijaya.
Nama tiga pemain tersebut sebenarnya sudah muncul dan disebut oleh suporter. Yakni, Youssef Ezzejjari, Ibrahim Bahsoun dan Arthur Felix Silva. Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah mengatakan, ketiga pemain datang bersama ke Kediri pada Minggu malam (20/6). “Mereka datang bareng,” ujar Syarif.
Sebelumnya, Youssef, Ibrahim dan Felix menjalani masa karantina di Jakarta selama lima hari. Itu merupakan prosedur protokol kesehatan (prokes) bagi orang yang datang dari luar negeri. “Setelah tiba di Kediri, mereka langsung melakukan tes kesehatan. Hasilnya baik dan hari ini (kemarin, Red) mereka latihan untuk proses adaptasi,” ungkapnya.
Ketiga pemain kemarin belum berlatih berat. Maklum, mereka baru saja tiba di Kediri. Karenanya, Youssef dkk berlatih sendiri di tepi lapangan dipandu pelatih fisik Dimas Agung dan Fisioterapi tim Wildan Yahya. Apalagi pagi harinya, mereka baru saja menjalani medical test di salah satu klinik di Kota Kediri. Juga sejumlah rangkaian kegiatan lain seperti tanda tangan kontrak.
Syarif mengatakan, tiga pemain asing dikontrak dengan durasi satu musim. Namun, klub nanti akan mengevaluasinya di tengah musim. “Jika bagus, kami bisa memberikan kontrak anyar untuk mereka,” ujarnya.
Dia melanjutkan, sebenarnya kebutuhan pemain asing Persik Kediri bukan hanya tiga orang. Klub kebanggaan warga Kediri ini juga berburu satu pemain lagi. “Sudah deal dengan pemain keempat. Kami masih mengurus visanya. Setelah itu, baru bisa kami datangkan ke sini,” ungkap Syarif.
Seperti diutarakan pelatih Joko Susilo sebelumnya, mereka memang butuh beradaptasi. Apalagi soal cuaca. Ibrahim Bahsoun, salah satu pemain asing mengaku, cuaca di Indonesia sangat panas. “Iya di sini memang panas. Tapi sejauh ini baik-baik saja,” ungkap pemain dengan spesialis kaki kiri tersebut.
Hal senada disampaikan Youssef. Meski panas, dia masih bisa beradaptasi dengan cuaca di Kediri. Pemain keturunan Maroko-Spanyol itu juga menyukai suasana di sekitar Stadion Brawijaya. (rq/fud)
Editor : adi nugroho