SUMENEP, JP Radar Kediri - Target Macan Putih mengantongi poin di kandang Madura FC berhasil. Namun, bukan tiga poin. Melainkan hanya satu angka dari hasil seri 1-1 dalam pertandingan kemarin sore.
Meskipun demikian, hasil tersebut layak disyukuri. Sebab harus dilalui dengan perjuangan ekstra-keras. Persik bahkan harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit 44. Setelah dua pemainnya diusir wasit karena bersitegang dengan pemain tuan rumah. Praktis, sepanjang babak kedua Persik bermain dengan sembilan pemain.
Persik unggul lebih dulu melalui gol cepat yang dicetak kapten Faris Aditama di menit ke-4. Madura FC bisa membalas melalui gol Joko Prayitno di menit ke-17.
Pelatih Budiardjo Thalib sangat bersyukur dan memuji kerja keras anak asuhnya. Menurutnya kali ini anak asuhnya bermain lugas dan dengan perjuangan yang luar biasa. “Terimakasih banyak kepada pemain saya yang bekerja keras untuk melawan tuan rumah,” ucapnya syukur.
Dari skema laga yang berlangsung, pertandingan kemarin merupakan laga panas di putaran pertama Liga 2. Pemain kedua tim sama-sama diganjar kartu merah. Itu terjadi di waktu tambahan babak pertama. Setelah terjadi kericuhan di lapangan. Pertandingan pun sempat dihentikan beberapa menit.
Dua pemain Persik Edo Febriansyah dan Ibrahim Sanjaya harus keluar lapangan karena nyaris duel dengan pemain lawan. Sementara kubu Madura FC kehilangan sang kapten Usman Pribadi yang juga diusir keluar oleh wasit dalam insiden itu.
Bermain dengan 9 orang tak menyurutkan semangat para pemain Persik. Mereka tetap ngotot hingga bisa mempertahankan kedudukan imbang hingga peluit panjang ditiup wasit Choirudin.
“Dengan berkurangnya pemain, mereka tetap semangat dan tak kendur,” puji Budiardjo.
Budiardjo sebenarnya kecewa dengan keputusan wasit. Karena itu sangat merugikan timnya. “Saya minta, wasit fair dalam memimpin. Dua pemain saya harus kena kartu merah,” paparnya.
Di babak kedua, Budiardjo mengakui strateginya berjalan baik. Kalah jumlah pemain dia menerapkan counter attack.
Jalannya pertandingan berlangsung seru. Kedua tim saling serang. Tapi Persik bisa leading lebih dulu setelah menjebol gawang lawan di menit ke-4.
Tertinggal satu gol anak asuh Eduard Tjong mencoba bangkit. Perlahan, Madura FC mulai membangun permainan. Madura FC mulai bisa menemukan ritme permainannya. Serangan demi serangan ke lini pertahanan tim tamu mulai terbangun.
Beberapa peluang pun berhasil didapat. Hasilnya di menit ke-17 pemain depan Madura FC Joko Prayitno berhasil membobol gawang Persik Kediri.
Di babak kedua, dengan pemain yang sama-sama berkurang intensitas permainan tak kendur. Meski sempat mendapat peluang, namun kedua tim tak mampu menambah pundi-pundi gol. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan panas tersebut.
Pelatih Madura FC Eduard mengaku menyayangkan dan kecewa pertandingan kemarin. Ia menyebut sebenarnya unggul dalam hal jumlah pemain di babak kedua namun keunggulan itu tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh timnya. “Padahal mereka kekurangan orang tapi kami ikut tempo mereka. Itu yang paling fatal di sini, padahal mereka semua bertahan,” ujarnya.
Padahal di ruang ganti, Eduard menyebut telah menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk memanfaatkan hal tersebut. Sayang, instruksinya tak bisa dilaksanakan dengan baik oleh pemain.
Dengan hasil tersebut, kini Persik masih kukuh di puncak klasemen sementara grup timur dengan koleksi 16 poin. Sementara Madura FC naik satu peringkat dari 10 menjadi 9.
Editor : adi nugroho