KEDIRI, JP Radar Kediri - Wigi kecil sangat berangan-angan jadi pemain sepak bola. Tiada hari bagi pemuda kelahiran Solok, Sumatera Barat ini yang tidak bersentuhan dengan si kulit bulat. Bermain di lapangan kampung. Bersama dengan teman-teman sebayanya.
Hasrat itu kian membuncah ketika dia beranjak remaja. Namun, sekolah sepak bola (SSB) yang terdekat adalah di Jambi. Dia pun bergabung dengan salah satunya.
Hingga suatu saat, Wigi yang sudah beranjak remaja ini merasa mimpinya menjadi pemain sepak bola sulit terwujud bila tetap ada di kampung halaman.
Karena itu, dia memutuskan untuk merantau. Tujuannya, Pulau Jawa. Lebih mengerucut lagi, ke salah satu daerah di Jawa Timur, Kediri!
“Saya ke Kediri pada 2019,” kenang pemilik nama lengkap Wigi Pratama.
Keputusan yang terbilang sangat berani. Bukan hanya tak mengantongi izin dari orang tua. Juga, dia tak punya sanak kerabat di Kota Tahu. Termasuk, berani memutuskan pindah dari sekolah lamanya.
“Orang tua awalnya ya nggak setuju,” aku pesepak bola kelahiran 2004 ini.
Di Kediri, yang dia tuju adalah seleksi pemain Elite Pro-Academy (EPA) Persik. Dia tahu kabar seleksi ini dari media sosial (medsos).
Namun, sebelum itu, Wigi harus berjuang keras. Yaitu meluluhkan hati orang tuanya. Menjelaskan bahwa betapa besarnya keinginannya menjadi pemain sepak bola. Dan itu hanya bisa didapat bila dia merantau ke Jawa.
“Ada satu mingguan saya minta izin. Akhirnya, dengan berat hati dilepas,” aku anak tunggal ini.
Tak hanya memberi izin, orang tuanya kemudian membelikan tiket pesawat terbang. Wujud kerelaan mereka melepas sang anak untuk meraih mimpi.
"Karena daerah saya jarang tersorot. Menurut saya Jawa Timur itu seperti kiblatnya sepak bola Indonesia. Dan kenapa Kediri karena waktu itu Persik naik ke Liga 1," jelas Wigi yang kini berdomisili di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Saat mengikuti seleksi EPA Persik Kediri, Wigi berhasil lolos. Namun, setelah satu musim dia memilih bergabung bersama Persedikab Kabupaten Kediri. Dua musim dia memperkuat skuad berjuluk Bledug Kelud tersebut.
"Saya juga ikut Porprov Kabupaten Kediri, dapat medali perak. Terus tahun ini PON," terang pemuda lulusan SMK Negeri 3 Kediri ini.
Dalam ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024, Wigi selalu masuk dalam daftar pemain inti. Dia juga bisa mempersembahkan tujuh gol. Satu di antaranya menjadi gol yang mengantarkan tim sepak bola Jawa Timur lolos ke semifinal.
"Saya optimistis saja sih. Posisi saya kan penyerang, jadi wajib cetak gol. Itu sudah tanggung jawab saya," aku pemuda yang mengidolakan Cristiano Ronaldo ini.
Hingga detik ini, Wigi masih ingin bergelut di dunia sepak bola. Kabar terbarunya, klub Liga 2 telah meminangnya, yakni Deltras. Dia pun mengaku tak ingin melewatkan kesempatan tersebut.
"Alhamdulillah sudah bergabung," tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah