Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hasil Liga 3 Jatim Perssu Sumenep v Persedikab: Menang 2-1, Bledug Kelud Lolos Putaran Nasional

Karen Wibi • Rabu, 31 Januari 2024 | 16:26 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Makna kemenangan tipis Persedikab atas lawannya kemarin, Perssu Sumenep, sangatlah besar. Keberhasilan meraih tiga angka itu membuat klub asal Kabupaten Kediri ini mengunci satu tiket ke putaran nasional.

Mengantongi nilai empat dari dua pertandingan, paling apes mereka bakal duduk di posisi ketiga Grup MM. Posisi yang membuat mereka mendapat satu dari tiga jatah ke nasional di masing-masing grup.

Bahkan, klub berjuluk Bledug Kelud ini berpeluang besar melenggang ke semifinal. Hasil di pertandingan terakhir, melawan tuan rumah Persibo Bojonegoro, yang akan menentukan hal itu.

“Alhamdulillah kami berhasil lolos. Tapi kami juga ingin lolos semifinal,” ucap pelatih Persedikab Muslim Habibi.

Habibi menyebut pertandingan di Stadion Letjen H Soedirman kemarin berjalan sulit bagi mereka. Lawan juga berambisi menang. Setelah sebelumnya kalah dari Persibo.

“Pertandingan yang sangat sulit. Tapi terimakasih kepada pemain yang telah bermain semaksimal mungkin,” ucap Habibi.

Untungnya,  Habibi mengatakan, dia sudah memperhitungkan hal itu. Karenanya, dia mengubah strategi. Tidak seperti di pertandingan sebelumnya yang berakhir imbang, kemarin dia memainkan  Hasbiyanto dan mencadangkan Nasikin. Hasilnya langsung terasa. Hasbiyanto menjadi salah satu pencetak gol.

Bagaimana tanggapan kubu Perssu? Pelatih Budiardjo Thalib tak bisa menutupi kekecewaannya. Menurut pelatih yang sukses membawa Persik Kediri menjuarai Liga 2 musim 2019 ini, kinerja wasit merusak segalanya.

Menurutnya, setidaknya ada dua keputusan wasit yang kontroversial. SAtu, gol Perssu yang dianulir karena dianggap offside. Serta handsball yang tidak diakui. Semua insiden yang terjadi di babak kedua itu sangat memengaruhi hasil pertandingan.

“Kalo wasit tidak mau dipukul atau dihajar, tolong perbaiki kinerja,” gerutunya.

Toh, nasi sudah jadi bubur. Thalib tak ingin timnya terpuruk karena maslaah itu. Kini mereka fokus menghadapi pertandingan terakhir. Sebab, masih ada peluang bagi klubnya ke putaran nasional meskipun tipis..

“Kami tak mau banyak protes. Kami akan fokus pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Pertandingan yang berlangsung siang hari itu memang berjalan sengit. Kedua tim bermain terbuka. Saling serang sejak menit pertama.

Dewi fortuna lebih memihak Persedikab. Menit ke-39 mereka pecah telur. Melalui gol yang dicetak Hasbiyanto.

Gol melalui set piece itu berawal dari tendangan pojok. Bola melambung tinggi. Melewati beberapa pemain lawan. Hasbiyanto diuntungkan dengan postur tubuh yang lebih tinggi.  Dengan mudah menyundul bola ke arah gawang yang dijaga oleh Guruh Guwino.

Di babak kedua, permainan tak jauh beda. Kedua tim saling menyerang. Bahkan, lebih keras. Ada pemain yang dikeluarkan wasit karena mendapat kartu kuning kedua. Yaitu Emerson, pemain Perssu.

Persedikab akhirnya memperbesar keunggulan lima menit jelang bubaran. Gol pada menit ke-85 itu dicetak oleh Rendy Afinda. Bermula dari umpan silang, Rendy yang tak terkawal melakukan sundulan. Sempat ditepis kiper Perssu tapi bola tetap meyobek jala gawang.

Perssu sempat memiliki asa. Semenit berselang mereka mencetak gol balasan. Yang melakukannya adalah Wimba Sutan. Pemain yang pernah membela Persik Kediri ini menjadi eksekutor tendangan bebas yang mulus merobek gawang Bledug Kelud.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#nasional #lolos #Putaran #persedikab #menag